Tampilkan postingan dengan label biz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biz. Tampilkan semua postingan

Senin, November 16, 2009

menimbang ketertarikan...





-ernut's post-


Buku yang dikarang ibu Malahayati ini menawarkan sembilan puluh sembilan pilihan bagi ibu rumah tangga untuk memulai usaha. Pertama, saya sudah salut duluan pada seorang ibu yang mampu menerbitkan buku seperti ini, karena sejatinya dia sudah menunjukkan bahwa dia seorang mompreneur, ibu penerbit buku!..salut! Saya sendiri..well, setidaknya dibanding memasak lebih suka menulis....tapi...gimana sih cara mempunyai buku? ah...

Ada beberapa pertimbangan bahwa seorang ibu pingin terjun ke mompreneurship: terpaksa menjadi single parent?, usaha sampingan?, hobi?, iseng?

Sejatinya dari sembilan puluh sembilan jenis usaha yang dibahas dalam buku itu, setelah saya berwawancara dengan diri saya, ada beberapa yang menjadi minat saya:

Bisnis Indekost, bimbingan belajar, produsen jilbab, salon muslimah, mengelola sanggar tari, mengelola butik, menjual pakaian muslim/muslimah, mendirikan playgroup, usaha fotokopi, penyewaan buku, mendirikan Taman Kanak-Kanak, usaha toko ATK...

dan...ada satu lagi yang tidak tersebut dalam buku itu: bisnis tanaman hias....

Pingin membahas satu-satu dan menimbang-nimbang ketertarikan itu, tapi kok sudah ngantuks..bersambung ah...

Mana yang kamu lebih tertarik, Yik?


Sabtu, November 14, 2009

Mimpi Duo Emak....



-ernut's post-

Dipikir-pikir...waktu ini kok cepat sekali berlalu ya? Tak dapat dipungkiri, tak dapat dihindari...semua orang makin tua saja, termasuk Ayik dan saya! Sering dalam sms-an kami, saya dan Ayik saling lempar pertanyaan pancingan...ada ide apalagi untuk membuat sisa hidup ini lebih berarti? -sisa? ngenes amat...hiks-

Pingin sekali menambah bobot persahabatan ini dengan kongsi yang lebih bermutu: misalnya berbisnis bersama! Tak ada salahnya saya dan Ayik membangun mimpi...siapa tahu dalam mimpi itu muncul wangsit yang bisa dipraktekkan dalam dunia nyata -dan maya!
Ayo bermimpi, Yik!

Tujuan bisnis:
1. mempersiapkan masa pensiun.
2. bisnis kecil-kecilan dulu, karena modal cepak.
3. syukur-syukur berbau misi sosial.
4. bergerak di sesuatu yang kita minati.

Persoalannya:
1. kita buta bisnis.
2. modal belum jelas.
3. jarak memisahkan kita.
4. konsep belum ada.

Yang kita punya, Yik:
1. semangat!
2. ketertarikanku pada seni, disain dan fashion.
3. hobimu berkawan, bisa untuk membuat jejaring.
4. aku bisa cari utangan untuk modal.

Impian:
1. Duo Emak mampu memproduksi barang yang unik,barang Islami, terkait jahit menjahit? kerajinan sulam?
2. diproduksi di Karanganyar: kita jadikan rumahmu sebagai bingkil kerja -atas seizin ibu tentu, kerahkan para ibu yang ingin mengisi waktu luang atau remaja putus sekolah di lingkunganmu.
3. hasil produksi di pasarkan door to door, office to office, titip sana-sini, ikut pameran..dan disiarkan on line.
4. duo emak ini kita metamorfose menjadi "Emak Biz"....jadi ndak usah bikin blog baru, soalnya blog yang ada aja keteter.....

Tantangan:
1. jelas memerlukan nyali untuk berpeluh.
2. siap gagal -untuk bangkit lagi.
3. pantang putus asa.
4. menjaga kestabilan hubungan.
5. friend is friend, business is business....akrab but profesional -kayak gimana tuh?




Sohib blogger!! adakah yang memberi semangat dan menyumbang ide untuk duo emak gemblung ini??

Jumat, Agustus 22, 2008

Nekad






(ernut's post)
Hari Minggu lalu harusnya libur, tapi berhubung jatuh pada tanggal 17 Agustus, akhirnya musti ke kantor untuk upacara. Hari lbur, ngantor untuk upacara lha kok nekat bawa dagangan berupa mukena dari bahan sarung aneka warna dan batik klasik...akibatnya ya laris kae...
Beginilah polah tingkah temen-temen yang sedang rebutan...lihat aja mbak Eni, langsung ngempit dua, warna hijau dan coklat muda...oke-oke semoga bermanfaat...jualan sarana ibadah Insya Allah berkah...haaamiinn...



Jumat, Agustus 15, 2008

Arisan nyambi bakulaN


(ayik's post)
Di event arisan PKK RT kemaren aku membawa serta dagangan yang sebagian besar materinya adalah kiriman Ernut tercinta. Di rumah ibu Katman inilah penampilan perdanaku sebagai pedagang. Hampir semua ibu2 yang hadir kemecer liat dagangan yang aku bawa, kemecer liat doang....tapi belum terketuk pintu dompetnya untuk beli-beli. Ndhak pa-pa...., mungkin lain kali. Aneka komentar hadir, ada yang membuatku pesimis, tapi banyak juga komentar enak didengar yang membuat semangatku untuk lebih ubet menjadi mengembang optimis.
Diakhir acara, Ibu Eko, istri dokter Eko tetangga baru, membeli satu potong baju anak habibah warna merah dan bahkan minta dipesenken satu lagi dengan ukuran lebih kecil.
Dan ternyata bukan itu saja, sampai dirumah, ada seorang ibu yang lain datang mengambil satu potong baju anak habibah untuk cewek. Alhamdulillah, masih ada jalan rejeki hari ini.
Debute ini semoga menjadi pertanda baik kedepannya. Mohon doa restunya ya.....

Kamis, Juli 10, 2008

Batik for Backpackers!

(ernut's post)

Perusahaan garmen terkemuka di dunia "Guess" konon sudah me-louncing adi busana jeans dipadu dengan batik lho. Kalau kita kalah sigap, bisa keduluan "Kliping" yang mungkin segera memasarkan tas punggung dengan aplikasi batik.

Oleh karena itu, ini nih..ada ransel dengan paduan batik aneka rupa produk putra daerah..Pas buat yang berjiwa petualang, keren buat yang suka bawa buku pelajaran, oke juga buat yang punya kegiatan kantor sehari dua, praktis dibawa naik pesawat, naik bis, naik kereta maupun nggandhul truk!..Kesan nyante dapet, praktis sudah barang tentu (tidak perlu ditenteng kalau memang tidak perlu, digendong saja khan bisa..), dan ini nih yang perlu diacungi jempol: go traditional, back to nature!

Bentuk keker, jaitan kokoh, dilengkapi dengan satu kantong depan dan dua kantong samping. Bila sodara menengok bagian dalamnya, maka disana sudah didisain cucok pula untuk menggendong lap top..bahkan dilengkapi dengan dompet khusus untuk menyimpan kabelnya.Siapapun yang pakai dijamin terlihat cool and trendy..(asal udah mandi).

Monggo yang tertarik dan pingin punya..hubungi saya ya (wee ujung-ujungnak... dodolan to!)

Rabu, Mei 21, 2008

Gen Saudagar


(ernut's post)
Sudah sejak lama Ulin, mbarepku, mbujuki aku untuk mengantarnya ke pasar Jatinegara. Dia ingin kulakan! Kulakan aneka jepit untuk dijual ke teman-teman sekolahnya. Alamak! Kok cepet amat greget ingin dodolan itu muncul di dirimu to nduk! Mungkin dia kepingin ikut-ikutan emaknya, secara memang kadang-kadang aku juga suka jualan opo to opo, dimulai dari batik Solo, batik dari daerah lain, mukena aneka jenis, tas tangan untuk kondangan, baju untuk pesta, baju muslimah, aneka bros, kerudung..(loh..malah iklan).
Memang Yik, kalo diurut-urut..aku ini ada darah sodagar (weleh, istilahe kok kolonial amat). Simbahku dari pihak ibu, mata pencahariannya adalah berjualan aneka sandang. Beliau tinggal di Wirosari, Purwodadi dan mempunyai kios di pasar sana. Barang dagangan diperoleh dari Pasar Klewer, Solo. Setelah simbah sedo, usaha tersebut dilanjutkan oleh budheku, di pasar yang sama. Meski dari dekade ke dekade dagangan mengalami penyusutan, tapi setidaknya sampai sekarang ini, dimana putro budhe sudah mandiri, berdagang tetap menjadi mata pencaharian budhe.yang dapat memenuhi kehidupan sehari-hari.
Jadi, selain gen bertani (dari Bapak), jelas gen sodagar itu mengalir juga ke aku dan anak turunku, buktinya ya Ulin ini.
Akhirnya Ulin tak kulakke aneka jepit dan pin jilbab (padune aku ya seneng aja sih borong sana borong sini). Cuma, sulit sekali menerangkan hukum pangsa pasar ke Ulin. Dia maunya dapat jual cepat dengan harga setinggi-tingginya. Kalo ketahuan jual terlalu mahal khan malu, dan konsumen tidak mau jadi pelanggan lagi. Tapi dia tidak mau mengerti. Aku minta dia survey dulu ke abang penjual jepit yang suka dipikul-pikul itu, kemudian baru tentukan harga, maksimal sama..syukur-syukur lebih murce..jadi yang beli seneng dan beli lagi lain hari. Tapi dia tidak mau! Maunya kulak jepit Rp. 300 dia jual Rp. 2000, padahal di abang tukang pikul aja dia lepas dengan Rp. 500. Piye iki?
Sampai sekarang, barang dangannya masih ditimang-timang..(dia sendiri pingin pake semua)..masih ada waktu untuk memberinya tutorial. Yang jelas, tidak boleh jualan di sekolah ya nak, ajak aja temennya main ke rumah.

Senin, April 21, 2008

Tutup Gelas Cantik



Pagi Dona !

Apa kabar pagi ini, Bu ? Wah kecapekan dari Bandung sudah (terpaksa) hilang karena kewajiban ngantor ya Nut. Piye weekend nya ?
Weekend kemaren buat kami biasa aja, karena senin-sabtu ini Aizs Ulangan Umum Semester, jadi kita tidak kemana-mana. Just dirumah aja menikmati hari minggu sambil bertoleransi pada Aizs yang harus serius belajar. Pagi2 kita sarapan di gazebo dengan menu : Lodeh kluwih, oseng pare, gereh selar, tahu-tempe (Standart banget ya ? dan otak goreng plus karak( ndesa). Trus siangnya kita cuma ngruntel di depan Tv sembari nonton Idola Cilik. Kami masing2 punya idola favorit, : Aku & Aizs suka Kiki, Karin suka Angel, MK suka komentatornya...hkkk...hkkkk. Abis suka lucu sih kalo nonton idola cilik gitu, kadang2 mellow juga kalau pas ada kejutan mengharukan. Kemaren waktu ortunya Winda (syasya-OB) dihadirkan, kami bertiga bisa nangis2 lho. Begitu nyadar kita nangis barulah kita ketawa barengan...ha...ha...ha

O ya Nut, aku dapet pesenan Tutup Gelas Cantik, dijualnya 12500 setengah dosin nya, lumayan kan, dapet pesenan 10 dosen buat bazar hari kartini di DPRD. Kalau mau liat gambarnya, ini aku sertakan dalam posting kali ini.