Sabtu, November 14, 2009

langkah pertama...

-ernut's post-

Kemarin malam, ketika browsing tentang bagaimana memulai suatu bisnis, salah satu nasehat on line yang tertangkap adalah: segeralah mulai, begitu ada gerakan hati ingin berbisnis, jangan tunda sampai greget itu menguap entah kemana..."

Akhirnya, sore ini tadi sengaja berjalan-jalan bersama anak-anak ke Gramedia, berharap nemu ilmu. Seperti yang saya bayangkan, di sana memang segala ilmu ada! Dan seperti biasa, kalau sudah ketemu buku, saya bisa kalap! Saya pilih buku-buku ringan untuk pemula, yang dari judul bukunya kira-kira bahasanya ringan dan lucu, gampang diserap dan yang penting memberikan gambaran awal dunia bisnis yang bagi saya masih bagaikan hutan belantara yang serasa saya gamang untuk memasukinya -maklum, seumur hidup saya ini berstatus sebagai buruh yang kalem-kalem saja dan mengharap gaji bulanan-

Insting saya, buku-buku yang saya pilih ini dapat membangkitkan semangat dan menanamkan percaya diri. Saya belum sempat baca satupun -baru beberapa menit yang lalu belinya gitu loh- tapi saya tak sabar untuk meng-apludnya di sini..karena saya ingin mencatat langkah demi langkah mimpi yang begitu berani tertoreh -ciee bahasanya kok begini...-


" ...bisnis ibu rumah tangga", judul yang inspiring....Begitu buka halaman pertama, terhenyak!, persis seperti judul posting yang saya buat: "perjalanan seribu mil, dimulai dengan langkah pertama". Saya menyukai istilah "mompreneur" di buku ini. Isinya apa? Ntar ya...saya baca dulu...


"Indahnya bisnis suami istri" judul yang romantis. Sekedar tertarik membaca ilmunya, tapi sekaligus bisa menjadi plan B, maksudnya bila Ayik ternyata tidak tertarik berbisnis...bisa dong kita lebih perdalam ilmu dari buku dan berpartner dengan suami...


"langgar semua aturan!"...wah kontroversial, tak sabar melahap isinya...


Beli buku ini murni iseng, memenuhi rasa ingin tahu saja. Saya selalu kagum pada mereka yang mampu berbisnis kuliner, saya jadi begitu curious mengetahui perniknya, hanya tak tahu kemana bertanya...ya udah tanya sang buku saja!


"Do it dan duit!" ...isinya tips dan trik!


"Idiot kaya" ...wah...judul yang aneh! Tapi seringnya orang sukses memang agak aneh-aneh gimana gitu ya...


Ini juga iseng...mborong beberapa buku tipis tentang seni aplikasi. Saya pernah lihat jilbab yang dihiasi aplikasi, lucu dan eksklusif. Hanya persoalannya, saya bukan orang yang bakalan membuat aplikasinya itu sendiri dan saya juga belum ngerti cara mencari tukangnya....barangkali bisa dimulai dari kulakan dulu saja....


Satu persatu buku akan saya baca, ringkasan isinya saya akan catat di postingan berikutnya...untuk pengingat saya dan siapa tahu bermanfaat juga buat sohib bloggers!

Salam mompreneurship!! -halah-

Mimpi Duo Emak....



-ernut's post-

Dipikir-pikir...waktu ini kok cepat sekali berlalu ya? Tak dapat dipungkiri, tak dapat dihindari...semua orang makin tua saja, termasuk Ayik dan saya! Sering dalam sms-an kami, saya dan Ayik saling lempar pertanyaan pancingan...ada ide apalagi untuk membuat sisa hidup ini lebih berarti? -sisa? ngenes amat...hiks-

Pingin sekali menambah bobot persahabatan ini dengan kongsi yang lebih bermutu: misalnya berbisnis bersama! Tak ada salahnya saya dan Ayik membangun mimpi...siapa tahu dalam mimpi itu muncul wangsit yang bisa dipraktekkan dalam dunia nyata -dan maya!
Ayo bermimpi, Yik!

Tujuan bisnis:
1. mempersiapkan masa pensiun.
2. bisnis kecil-kecilan dulu, karena modal cepak.
3. syukur-syukur berbau misi sosial.
4. bergerak di sesuatu yang kita minati.

Persoalannya:
1. kita buta bisnis.
2. modal belum jelas.
3. jarak memisahkan kita.
4. konsep belum ada.

Yang kita punya, Yik:
1. semangat!
2. ketertarikanku pada seni, disain dan fashion.
3. hobimu berkawan, bisa untuk membuat jejaring.
4. aku bisa cari utangan untuk modal.

Impian:
1. Duo Emak mampu memproduksi barang yang unik,barang Islami, terkait jahit menjahit? kerajinan sulam?
2. diproduksi di Karanganyar: kita jadikan rumahmu sebagai bingkil kerja -atas seizin ibu tentu, kerahkan para ibu yang ingin mengisi waktu luang atau remaja putus sekolah di lingkunganmu.
3. hasil produksi di pasarkan door to door, office to office, titip sana-sini, ikut pameran..dan disiarkan on line.
4. duo emak ini kita metamorfose menjadi "Emak Biz"....jadi ndak usah bikin blog baru, soalnya blog yang ada aja keteter.....

Tantangan:
1. jelas memerlukan nyali untuk berpeluh.
2. siap gagal -untuk bangkit lagi.
3. pantang putus asa.
4. menjaga kestabilan hubungan.
5. friend is friend, business is business....akrab but profesional -kayak gimana tuh?




Sohib blogger!! adakah yang memberi semangat dan menyumbang ide untuk duo emak gemblung ini??

Selasa, September 15, 2009

Garra Rufa

(ernut's post)

Ikan Garra Rufa, konon mempunyai kemampuan supranatural untuk menyehatkan dan mempercantik kulit. Ikan itu suka menggigiti kulit-kulit mati manusia. Terang aja, kulit yang terbebas dari kulit matinya akan terlihat lebih cemerlang dan terasa lebih halus. Jadi menurut saya sih sebetulnya tidak supranatural amat-amat.
Yang jelas saya sekeluarga wiken kemarin ngerasain kaki digerogoti ikan Garra Rufa ini. Rasanya gel-geli gimana gitu, kayak kesetrum kata suami...
Sudah pernah nyobain?

Senin, Agustus 31, 2009

Kidang: true story

(ernut's post)

Pernah, teman suami saya bertugas ke luar pulau untuk beberapa minggu. Kebetulan tempat tugasnya berdekatan dengan hutan. Pada saat tugas itu, dia sempat memelihara dan merawat seekor kidang (jawa) alias kijang yang ditemuinya di pinggir hutan dalam keadaan terluka. Hanya dalam tempo beberapa hari, seolah sudah terjalin ikatan batin antara teman itu dengan sang kijang. Sayang seribu sayang, karena misi tugas selesai, maka si teman harus kembali ke base camp-nya dan menitipkan kijang itu ke penduduk setempat untuk melanjutkan perawatan.

Beberapa bulan berselang, ada berita dari si penduduk setempat :"Halo, kijangnya sudah besar dan sehat lho, mau dikirim ke Jakarta?"
Ha, punya kijang di Jakarta? lucu juga kalee...toh ada halaman lumayan luas di belakang...pikir si teman.
"Oya deh, kirim aja ya!" jawab si teman sambil membayangkan bahwa anaknya akan girang mempunyai hewan peliharaan unik di halaman belakang.
Seminggu kemudian, kiriman dari seberang datang...tapi kok yang dikirim bukan kijang sih? Tapi hanya sebungkus besek?
"Hoi, mana kijangnya? tak jadi dikirimkah?"
"Lha itu kita sudah kirim, yang dalam besek itu..."
"Maksud lo?"...
"Itu dendeng, dendeng kijangmu!..."
........????
........

Jumat, Agustus 21, 2009

Gifts For Ayik!

(ernut's post)

Mengunjungi Pameran Flora dan fauna di Lapangan Banteng, dapat deh gambar binatang favorit Ayik. Nih Yik, for you with looovvee! Apik to? mlungker-mlungker...





Selasa, Agustus 18, 2009

Gagal nyicip serabi NotoSumaN


Tampak dekat serabi Notosuman yang bikin ngiler....


Srabi Notosuman hangat-hangat diatas tampah... fresh from the wajan...


Kalau pinggirnya sudah berkerak, tanda sudah matang...


Diangkat langsung tanpa dibalik, dan bisa langsung dinikmati...


(ayik's post)

Hari libur 17an kemaren, saya sengaja mengantarkan sepupu saya yang kepengin mencicip kuliner khas Solo yang namanya srabi Notosuman. Serabi Notosuman adalah salah satu trademark oleh-oleh kunjungan ke Kota Solo. Benar-benar rugi kalau anda sudah berkunjung ke Kota Solo, tetapi tidak sempat mencoba kelezatan Serabi Notosuman.


letaknya di Jl. Moh Yamin, di kampung Notosuman...


Profil generasi perintis kue serabi Notosuman yang legendaris...

Serabi Notosuman yang legendaris ini telah berdiri sejak tahun 1923,letak tokonya ada di kampung Notosuman, di jl, Muh Yamin. Konon kini adalah generasi ke4 dari pendiri (halaah...) warung srabi ini. Walau sudah lama berdiri, resep yang dipergunakan masih sama dan dimasak dengan cara yang juga sama. Jadi ini resep yang benar-benar orisinal dari tahun 1920 an...tenan ikii...

Serabi khas Solo ini (baca Serabi Notosuman) sangat berbeda bentuk dan rasanya dari Serabi Bandung yang saya pernah cicipi .Serabi asli Solo ini tidak dimakan bersama kuah santan yang manis, karena rasanya sendiri sudah manis dan gurih. Serabi Notosuman terbuat dari adonan tepung beras, santan, gula pasir, dan berbentuk bulat seperti apem dengan kerak di sekelilingnya yang kering dan renyah.

Notosuman sebagai merek generik kue serabi khas Solo ini sudah mendunia lho...halah...bener ini, sudah banyak wisatawan asing yang akhirnya jatuh cinta ketika mencicipi lezatnya kue serabi Notosuman ini, katanya yang jual lho yaa...qiqiqi...

Nah, kiranya hari itu nasib tamu saya sedang tidak beruntung, jam 10 kami sudah datang dan langsung memesan, ternyata stock sudah habis dipesan untuk order hari sebelumnya. Kalau mau, kami dipersilahkan memesan untuk diambil setelah jam 13.00 nanti...halaah...sudah nggak keburu dunk MBak, tamu saya sudah ditunggu pesawat... Rupanya, kalau mau beli kue serabi ini dimusim liburan yang padat pembeli, kita harus rela memesan dan antri...ealaah...maka dengan ini gagallah rencana kami menjamu tamu dengan kue serabi Notosuman... Maapkan aku, Mbak Eny.. hkhkhk...


Kamis, Agustus 13, 2009

Singkong keju langganaN


Gurih dan renyah rasa keju tenann...




Pengin buru-buru nyomot waktu masih panas-panas langsung dari penggorengan

Ini lapaknya...


(ayik's post)

Sebagai ibu ngojek yang baik, setiap hari saya selalu mangkal di tempat anak-anak kursus bahasa Inngris, yaitu di LIA. Tepat disebelah LIA ada penjual singkong keju yang mangkal. Saya dan anak-anak selalu menyempatkan diri mampir dan membelinya untuk dibawa pulang. Enak deh rasanya, gurih dan renyah, rasanya seperti ada kejunya... Entah bagaimana cara bikinnya kok bisa mak nyuss seperti ini, saya pernah nanya ke mamang penjualnya, kejunya dicampur dibumbunya atau bagaimana. Tapi si bapak cuma senyum-senyum penuh arti tak mau membagi rahasianya..... Ya iyalaah...dia takut tersaingi, tentunya.

Tapi kata teman saya, membuat singkong keju ini cara nya mudah. setelah singkong dikupas, lalu dikukus sebentar, barulah dibumbui dengan gerusan bawang dan garam plus parutan keju, rendam barang sebentar lalu digoreng sampai matang dan garing...
Oh, rupanya begitu ta caranya... Yuk kita praktekkan. Kalau sudah jadi, jangan lupa undang saya buat incipnya yaa... Halaah...apalanee...!

Jumat, Agustus 07, 2009

Si Merak Kondur....

(ernut's post)

Saya tidak besar di dunia sastra, tapi saya paham WS Rendra sejak saya masih ingusan. Saya tidak mendalami seni puisi, tapi saya mengerti bahwa puisi WS Rendra selalu "something"...
Di usianya yang terhitung panjang (menurut pengamatan saya, peluang rata-rata hidup orang Indonesia khan hanya 56-60) ...akhirnya sang merak itupun berpulang...

Selamat jalan, sosok yang telah mewarnai sejarah susastra Indonesia...
Selamat berkumpul dengan Mbah Surip!

Selasa, Agustus 04, 2009

Mbah SuriP

(ernut's post)

"Tak gendong...kemana-mana
Tak gendong...kemana-mana..
I lop yu puull!!"

Selamat jalan Mbah Surip,
Kehadiranmu yang begitu sekejap
Menyentak kita semua,
betapa bahwa tidak ada yang lama di dunia fana ini....

Jumat, Juli 31, 2009

Kupang Keraton

Kebetulan, tak sengaja, beberapa saat yang lalu saya menyaksikan acara tivi tentang masakan khas daerah pinggir pantai, Kupang Keraton. Masakan ini bahan utamanya adalah kupang atau sejenis kerang yang keciiil sekali, banyak dijumpai di pinggir pantai yang airnya agak-agak buthek alias keruh....
Kupang itu dimasak sedemikian rupa, ada petisnya, kemudian disajikan dengan irisan lontong, dan terakhir sesendok sambal bila suka.
Pada saat nonton acara tivi itu, tak ada pikiran saya bakal ketemu dengan jenis makanan ini....kayaknya terlalu khas deh untuk saya cicipi hehe...
Akan tetapi, tanpa diduga tanpa dinyana, pada saat saya berada di kota Malang, lha kok mak bedunduk saya diajak di suatu warung yang menu andalannya ya Kupang Keraton ini! Wah..kaget juga. Bagaimanapun saya harus mencicipi. Ternyata rasanya manis, geli dan...amis!!

Kupang Keraton di warung itu ditemani oleh sate kerang dan lentho ala Malang.

Pertanyaannya: pernahkah dikau mengicipi makanan yang sama sekali belum pernah diicipi dan ada rasa deg-degan saat mengicipinya??

Jumat, Juli 17, 2009

sawo kecik, kecik isi sawo


(ayik's post)

Kemaren waktu jalan-jalan ke Ngayogyakarta di depan Pasar Beringharjo, saya menemukan seorang penjual buah yang sudah langka....jualannya adalah...Sawo Kecik. Sawo ini bentuknya kecil-kecil, warnanya coklat kemerahan, didalamnya ada isinya 2 buah kecik. Rasanya tak terlalu manis, malah cenderung agak gurih...

Mengapa saya tertarik pada buah Sawo kecik ini ? karena saya dari kecil suka sekali sawo kecik ini, buah ini tidak berair jadi tidak pliket seperti sawo manila. Rasanya juga beda banget...Rasanya dulu ketika saya kecil, buah ini mudah didapat, di pasar-pasar, bahkan dipinggiran jalan di sekitar kampung Kedung Lumbu temtap tinggal kami. Kalau ada kesempatan masuk ke halaman Kraton Kasunanan, disana juga banyak kita temukan pohon buah sawo kecik ini...

Nah, ketika kemaren akhirnya ketemu di Beringharjo, maka saya bela-belain untuk membelinya barang 5 kg, harganya murce sih Rp. 5.000,-/kg. YangTi, Ibunda saya, girang banget ketika saya oleh2i Sawo kecik ini...serasa nostalgia...Anak-anak juga suka, terutama isinya (keciknya)....bisa buat mainan dakon...hehehehe.......

Jumat, Juli 10, 2009

Jenang Grendul & Blendung...


jenang Grendul...



jenang Blendung


(ayik's post)


Di kampung kelahiran saya, di Kembangan Mertoyudan Magelang, biasanya pagi-pagi sebagai sarapan selalu dihidangkan jenang yang namanya jenang blendung. Dibuatnya dari tepung ketan, yang sebagian diuleni untuk dibuat bulatan-bulatan sebesar kelereng, dicemplungkan kedalam air gula jawa yang sudah mendidih, bila sudah pating krampul (mengambang) diatas permukaan airnya, tandanya sudah matang.... Sebagian tepung ketan diuleni dengan air dan dicemplungkan kembali dalam air mendidih yang sudah dimasukkan kedalamnya daun pandan supaya harum aromanya....
Kalau sudah mengental...angkat... dan sajikan dengan areh kelapa atau santan kental yang sudah dimasak. Cara menyajikannya adalah menaburkan grontol atau jagung yang sudah dikukus...Rasanya ? antara gurih dan manis yang manda-manda...( gak terlalu manis)...panyas..panyas...mak slurrrp...!



Selasa, Juli 07, 2009

Selasa, Juni 30, 2009

Lepet


( ayik & ernut's post)


Ernut, bukan Ernut kalau nggak nyari2in aku kerjaan...maklum dia mahfum banget aku ini pengangguran nggak banya acara. Kali ini Ernutwati mendelegasikan membuat narasi untuk postingan kali ini. Materinya adalah aku harus mengunggah resep dan cara bikin lepet...Lha bingungnya, lepet itu kan bahannya bisa macam-macam, ada beberapa modifikasi resep lepet ini.

Yang paling klasik dan aku kenal sih sebenarnya cuma lepet yang dari singkong. Cara bikinnya juga mudah
Bahan buat bikin lepet kan cuma : singkong diparut, trus campurkan dengan parutan kelapa muda plus vanili. Trus dibungkus didaun pisang, jangan lupa tengahnya diisi gula jawa yang diiris kecil Langsung aja dikukus...jadi deh...Itu tadi lepet ala akyu yang sederhana nggak papai ribet. Murah meriah dan mengenyangken, cucok untuk disajikan bersama secangkir teh ginasthel disore hari.

Lhah kalau sohib ingin resep lepet yang lebih paten, yang dari ketan...coba intip disini....Atau mau yang dari pisang ? disini juga ada... Pokoknya kalau bab citarasa resep sebagai makanan asli Indonesia mah, kagak ada matinya dah....

Nut...nut, ayo, sekali-kali kamu jangan cuma bayar fidyah dunkkk...bikin sendiri 'nape ?


Selasa, Juni 23, 2009

Janggelut dan Gembukan

(ernut's post)
Janggelut dan Gembukan! he..he..he...dua nama yang aneh dan lucu. Ini nama-nama makanan yang dalam gambar menurut versiku, versi istilah dulu di kampung. Janggelut yang berpostur panjang dengan rasa asin gurih, sedangkan gembukan yang kotak dan kadang tembem, dengan rasa manis. Meski mempunyai rasa yang berbeda, tetapi mereka mempunyai kesamaan yaitu menjadikan kita kenyang seketika, terutama bila setelah makan, kemudian minum air banyak-banyak...wah mengembang deh memenuhi waduk!
Di Jakarta, janggelut punya sebutan keren: ca-kwe (?)..sedangkan yang gembukan apa ya? kue bantal? walah...

Nah janggelut dan gembukan yang terakhir yang saya makan adalah dua hari yang lalu, di susuh Bandung...dijual oleh pedagang keliling yang lewat depan rumah. Ternyata makanan sederhana ini tetap eksis sampai sekarang. Hebat! Bagaimana di Karanganyar, yik? Atau kau punya kisah tersendiri dengan mereka?

Jumat, Juni 19, 2009

buNtildotkom


(ayik's post)

Buntil, ini adalah salah satu menu thotholan paporit saya ...penampilannya sederhana , tapi jangan tanya rasanya...ruarrr biasa menurut saya.
Saya lebih suka buntil daun talas yang teksturnya lebih lembut daripada yang dari daun singkong atau daun pepaya. Kalau ada yang pengin bikin sendiri, ini saya share bahan dan cara buatnya...
Buat yang males kayak Ernut, silahken bayar fidyah saja untuk bisa mencicipi thotholan tradisional ini. Paling enak dimakan dengan sepiring nasi panas, ikan asin, sambel trasi mentah...dan empal goreng kata Ernut (apalane...) plus karak ndesa..... Makannya pas lagi udara panas dan gerah...wah...tambah kemringet, tambah mak nyusss.....


Bahan :
20 lembar daun talas
200 gram kelapa parut (agak muda, kelapa untuk urap)
20 potong ikan cuwek tongkol

Bumbu halus untuk isi:
5 siung bawang putih , 8 siung bawang merah, 5 buah cabe merah ,2 sdt terasi, 1 sdt garam
2 ruas jari kencur , 1 sdm ketumbar, 2 ruas jari lengkuas, 1 ibu jari jahe

Bahan Kuah :
700 ml santan kental
cabe rawit merah sesuai selera
3 lembar daun salam
8 siung bawang merah
4 siung bawang putih
5 cabe merah
2 ruas jari kencur


Cara buatnya :
1. Masak air panas, masukan 1 lembar daun talas sampai agak layu . Lakukan satu persatu sampai selesai.
2. Haluskan bumbu halus untuk isi lalu campur dengan kelapa parut
3. Ambil selembar daun talas, isi dengan kelapa parut berbumbu yang ditengahnya diletakkan 1 potong ikan cuwek tongkol, atau ayam disuwir-suwir, atau hatiampela ayam, atau telur puyuh, atau apa saja yang ingin dimasukkan, asal jangan bola golf...kegedean.....
Bungkus lalu ikat dengan tali , talinya yang natural ya, kalau bisa jangan karet gelang apalagi rafia....saya suka ilfil kalau liat buntil ditali pakai tali rafia warna merah...iiihhh....
4. Masak bahan kuah (kecuali cabe rawit merah) sampai mendidih, masukan daun talas yang sudah diisi, bungkus dalam daun pisang, tuangi areh diatasnya . Kukus hingga matang.
5. Siap dihidangkan

Buat Ernut, silahken menothol sambil ngalamun dibawah pohon talok...Piss Nut...!


Rabu, Juni 17, 2009

ngalamun....

(ernut's post)

Bayangkan anda di bawah pohon kersen yang rimbun ini, sementara angin sepoi-sepoi...apa yang anda lakukan? Ngalamun saja?
Enaknya sih, gelar tiker, makan rujak atau baso, atau bawa bantal dan membaca bacaan yang ringan-ringan...wis enak-e pol!!

(catt: ngalamun --> melamun)

Selasa, Juni 16, 2009

semerah tomat....

(ernut's post)

Malunya.....semerah tomat!
Baru saja kejadian, saya menyampaikan bingkisan sekedar oleh-oleh untuk seseorang yang saya hormati dan saya segani. Setelah semuanya selesai, saya baru teringat bahwa harga bingkisan itu masih tertempel di barangnya....
Menurutmu, saya harus bagaimana?

Jumat, Juni 12, 2009

karak kepompong

(ernut's post)

Kemarin Ayik berbaik hati menawarkan buku yang dia punya untuk dikirimkan ke saya. Pucuk dicinta ulam tiba. Kesempatan suka tak datang dua kali. Mumpung sohib sedang bolong udele...sekalian saja saya order untuk dikirim karak. Dan esok harinya karak dan buku telah berada di susuh saya, karak siap disantap, buku siap dibaca! Trims lho Yik...

Nah, sob...kapan terima something nice dari sahabat?



Kamis, Juni 04, 2009

Happy TuwiR Man...


(ayik's post)

untuk Ernut sahabat ku,
yang 5 Juni ini genap 43 tahun ,
selamat ulang tahun Ernut,
semoga panjang umurmu,
sehat selalu...
kalau sesekali kerokan atau pijetan ya aku maklum wong kamu memang nyata sudah makin tuwirr saja
kalau sesekali merasa dengkulmu nyeri ya wajar, coba periksa siapa tahu itu gejala asam urat atau rematik
kalau sesekali sambat MO, kok boyokku pegel ya Pi...ya biasa, mungkin kamu memang butuh perhatian lebih dari suami...

yang aku rasakan adalah,
makin tuwir Nut, kamu makin bijak...
makin luttu...., tidak jaim seperti dulu
selalu siap menghibur hatiku kala aku butuh...
makin ekspresif melalui postingmu di susuh dan balakurawa

Ernut yang aku kenal hampir seperempat abad,
tak banyak berubah...

Happy tuwir ya man...
kita sudah seperti sepasang kursi tuwir dipinggir kolam,
tengah menikmati buah manis persahabatan kita dihampir separo usia
mencoba melindungi mata tua kita dari pantulan mentari diatas air kolam,

tak lama lagi, aku menyusulmu...menjadi tuwir juga...
(berarti hari ini belum, karena kamu masih lebih tuwir dari akyu...qiqiqi...)


HaPPY B'day Ernut....
Wish U all the best,
tetaplah selalu ada untuk akuuu...
kapanpun

dalam senyap....

Tragedi Airbus A330-200 Air France AF 447

Sedikit tercenung saat baca halaman depan Kompas kemarin "bagaimana bisa? pesawat penumpang modern yang dipelihara baik dan dibuat untuk bisa bertahan dari hantaman listrik dan fisik yang lebih besar daripada yang sering dibebankan oleh alam, bisa jatuh dengan senyap, dan misterius...."

Tragedi ini, jelas mengingatkan kepada kita semua akan arti ketidakberdayaan manusia. Bila Yang Berkuasa telah berkehendak, maka meski burung besi itu bersistem fly-by-wire yang memungkinkan pesawat secara otomatis melaksanakan manuver untuk mencegah kecelakaan...namun nyatanya...entah karena turbulensi hebat, atau pecah wind-shield karena badai es yang dahsyat, atau sebab lain...pesawat itu hilang dari pantauan tanpa berita dan tipis harapan ada yang selamat...
Meski puing pesawat dan barang lain yang diyakini bagian dari pesawat tersebut telah ditemukan pada 650 km di timur laut Kepulauan Fernando de Noranha, Brasil....namun pilot dan ratusan penumpang tak mampu menyampaikan pesan terakhir mereka.... karena mereka pergi dengan senyap, begitu saja....