Selasa, April 28, 2009

Selat Solo

(ayik's post)

Kemaren saya dan beberapa sahabat hangout dalam rangka kangen-kangenan. 7 orang sahabat saya ini kemaren menCalegkan dirinya sebagai kader perempuan partainya. 2 diantara mereka agaknya sudah dipastikan melaju ke kursi dewan Kabupaten Karanganyar. So, selamat ya....Dan buat sahabat-sahabat yang belum beruntung kali ini, semoga 5 tahun kedepan tidak kapok untuk nyalon lagi...Chayo !

Nah, serangkaian dengan hangout ini, kita pun mencoba menu yang katanya juga khas Solo. Namanya Selat Solo, kita nyobanya di Warung Selat Mbak Lies di Serengan,Solo.




Coba deh lihat komposisinya ; ada goreng kentang yang empuk, dua kerat daging bestik yang legit manis dan gurih, sayuran segar macam wortel-buncis dan tomat, ada acar dan telur rebus yang dibumbu pindang, sepotong daun slada yang ditoping dengan mayones-mustard yang kecut seger, tak lupa irisan bawang merah mentah yang membuat Selat Solo ini ..sempurna...Sausnya, saus bestik yang rasanya khas banget....Nggak percaya ? cuba' sendiri dehhh...



Inilah warung selat Mbak Lies yang terkenal itu

Letak warung ini tak jauh dari pusat perbelanjaan Singosaren Plasa, 500 meter kearah selatan masuk gang kecil di daerah Serengan. Kalau lagi jam makan siang, seperti ketika saya datang, bisa dipastikan semua tempat penuh oleh pengunjung.

Buat yang belum pernah nyobain makan disini, ayo dong, buruan dicoba....Selain selat segar khas Solo ada juga bestik solo, atau setup makaroni yang nyam nyam juga...Wis ta...coba dulu!




Lha lakone kok gak keliatan ? Ya iyalah, kan fotograpernya....

Sabtu, April 18, 2009

Stop PreSS!



(ernut's post)

Bulan ini,
Tepatnya 17 April 2009...
Duet Duo Emak genap setahun...
(kaluk real persahabatan Ernut-Ayik sih sudah 24 tahun...)
Mohon maaf,
Bila posting dan komen Duo Emak kadang wagu dan aneh...
(maklum dong...namanya juga emak-emak..halah!)
Terimakasih kepada yang sering maupun jarang mampir..
Juga mohon doa teman blogger semua...
Semoga duet antik ini awet!


(ayik's post)

dan, anggaplah posting kali ini sebagai undangan party nya.
Menunya silahken dipilih sendiri di kuliner duo emak.
Bebas, silahken ambil sendiri...selamat menikmati.
Namun selayaknya pesta, mustinya ada yang kirim kado dong...qiqiqi...ngarep.....

Harapan terbesar kami adalah hadiah doa tulus dari teman-teman semua,
yang setia menemani hari-hari 2E, yang ajeg berkunjung,
yang hilang timbul, yang cuma ngintip tapi sempat terkikik-kikik...

Terima kasih, dari dalam lubuk hati...

Jumat, April 17, 2009

15 Ciri Pria Tak Lagi Muda



(ayik's post)

Kalau diantara kawan-kawan blogger terutama yang laki-laki, mengalami 8 aja dari 15 ciri-ciri ini, maka.......artinya....artekna deweee........

Dan pertanda itu adalah :


  1. Membaca makin jauh, kencing makin dekat

( perlu kacamata baca yang tepat ).

  1. Dulu tidur berhadap-hadapan, sekarang beradu pantat.

(jangan bilang karena mulutnya bau bawang yaa…..)

  1. Dulu suka pakai minyak wangi, sekarang sering pakai minyak angin

(dikit-dikit nyambat nyonyahe, kerokin dong mam……..)

  1. Dulu 12 kali lebih dalam sebulan, sekarang belum tentu sekali sebulan

( dan yang pasti dekat-dekat tanggal gajian….*clingakclinguk dotcom)

  1. Dulu keras sekali selama menunggu, sekarang lama sekali menunggu keras.

( Horotokonooo…perlu penjelasan ilimahnya kiii, Nut)

  1. Dulu langsung ON, sekarang langsung Down

( untuk yang ini aku nggak bertanggung jawab, wong ini kata tetangga milis sebelah)

  1. Dulu sering siul-siulin cewe, sekarang malah siul-siulin burung

( burung tetangga lagiii….)

  1. Dulu kencing asin, sekarang banyak yang sudah kencingnya manis

( sudah dilakukan pemeriksaaan rutin 3 bulan sekali di lab)

  1. Dulu sering ajak makan enak, sekarang sering ajak makan obat

( Asal jangan obat nyamuk yang cair. Kalau yang tablet ? jangan juga dehhh….)

  1. Dulu korbankan kesehatan demi kekayaan, sekarang korbankan kekayaan demi kesehatan

(Hmmmm…kan udah dibilang, di Indonesia ini orang miskin dilarang sakit, tauk ?)

  1. Dulu mengkritik generasi tua, sekarang mencela generasi muda

( saya nggak ikut-ikutan, paling gak demen mengkritik…)

  1. Dulu bermimpi untuk mengubah dunia, sekarang jadi insomnia karena dunia berubah terus.

( Akhirnya jadi Jamaah thoriqoh Fesbukiyah….melototin internet semaleman nggak kelar-kelar… timbang nunggu real countnya KPU ajah sudah bikin stress….)

  1. Dulu dongkol karena nggak dikasih, sekarang jengkel karena ditagih.

( Tenanne………..)

  1. Dulu pemburu nikmat, sekarang diburu tobat ... ampuuuuun .......

( Wahai para lelaki, segeralah bertobat…..)

  1. Dulu sering mengacungkan jari kelingking, sekarang mengacungkan jari telunjuk.

( Maksudnya ?...)

Ctt:

* nara sumber Yanik, tetangga milis. Masih lajang, tapi punya daya analisa yang kuat tentang lelaki....Jadi kalau ada yang tersinggung, silahken protes pada Yanik saja. (ayik ngabur naik angkot...)

* koment garing oleh ayik

Kamis, April 09, 2009

Gadon Tahu

(ernut's post)

Gadon tahu ini adalah kuliner buatan mertua saya. Bentuknya seperti bothok, tetapi terbuat dari tahu yang diremet-remet. Cara membuatnya secara detail, sohib Ayik akan segera membagi ilmunya. Yik? Yuuhhuuu....

(ayik's post)

memenuhi request Ernutwati dan Mas erik maka silahken diintip resep berikut ini. Qiqiqi...pan sudah saya bilang saya belum pernah nyubak bikin gadon tahu ala MbahUti. Yang saya pernah nyoba adalah makan gadon tahu ketika satu hari disuguh saat bertamu.

Ngemeng-ngemeng tentang gadon tahu, paling enak dicocol dengan sambel trasi-tomat mentah. Cobain deh...
Untuk sambel trasi - tomat mentah, rekan Ernut akan membagikan resep rahasianya...
Silahkan chef Ernutwati....taraa...!

(paling-paling Ernut akan nyambat chefnya yang asli tuh...)

Sabtu, April 04, 2009

Gudangan Godongan

Di kampung saya, istilah "urap" disebut "gudang" atau gudangan" (istilah yang aneh...). Nah inilah onderdil godongan yang saya jadikan gudangan pada hari minggu yang lalu. Godong apa sajakah itu?

Ngomong-ngomong, apa godong favoritmu untuk dijadika gudangan?

Sabtu, Maret 21, 2009

Tailor paingaN



(ayik's post)

Di pasar dekat rumah saya, namanya Pasar Jungke, hari pasaran ajegnya adalah Pahing. Nah, kalau pas hari pasaran begini biasanya bursa pasar lebih rame, karena ragam jualannya agak berbeda dengan hari-hari biasa.
Ada beberapa dagangan yang hanya digelar setiap hari pasaran saja, misalnya aneka bibit tanaman palawija, ini cuma bisa kita temui kalau lagi jatuh hari pasarannya. Juga sepeda dan benda lainnya yang kadang unik kita temui. Asyik deh kalau datang kepasar pas hari pasarannya.




Seperti ketika kemaren saya ke pasar, dan menemukan pemandangan unik, yaitu seorang simbah sekitar 70an yang menggelar lapaknya berupa servis jahit baju, bisa bongkar pasang atau bikin baju baru, biasanya kebaya atau hem sederhana, sekali-kali juga tanktop...jangan dibayangken sebagai tanktop seksi yang suka dipakai Jupe yaa...inih mah tanktop buat embah-embah didesa yang sering disebut kutang...qiqiqi....
Lihat dong, mesin jahit singernya yang versi engkol alias digerakkan dengan diputar tangan...unik kan ? kata simbah ini beliau sudah menggelar lapaknya di pasar-pasar sejak 45 tahun yang lalu. Lokasi bisa pindah kapan saja sesuai hari pasaran masing-masing pasar di seantero kabupaten Karanganyar. Langganan selalu ada, katanya. Alhamdulillah, simbah masih tetap eksis dengan karyanya untuk menyambung hidup. Allah memang adil dalam membagi rejekiNya. Saya menyebutnya sebagai tailor paingan...qiqiqi

Makin kesini, mesin jahit tuwirr ini pasti segera punah, dan nasibnya akan menjadi satu memorabilia seperti yang kita lihat sebagai ilustrasi postingnya Ernut kemaren...


Minggu, Maret 15, 2009

Soto KakaP



(ernut's post)

aneka soto telah kucicipi...
soto kudus, soto solo, soto makasar, soto betawi...
akan tetapi...
kaluk soto kakap baru sekali...

pertama menatap,
sudah langsung dapat firasat..
rasanya pasti sedap!
lha kok tenan, tepat!!

Selasa, Maret 10, 2009

Rencana Tuhan...



(ayik's post )

taken from milis tetangga dekat, monggo direnungken....semoga bermanpangaat...


Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini; nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil; " anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "

Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata:"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya.

Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah;
"Allah, apa yang Engkau lakukan? "

Ia menjawab:
" Aku sedang menyulam kehidupanmu."

Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"

Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu."



Senin, Maret 09, 2009

Sawo Belanda!

(ernut's post)

Pas saya dan keluarga iseng ke Cianjur...kami tertarik dengan pajangan pating grandhul yang dijajakan di sepanjang jalan. Tak kuat menahan rasa ingin tahu, akhirnya kami minggir dan mendekat. Oh, ternyata yang dijual itu adalah buah sawo belanda...sungguh katrok kami memang belum pernah mencicipinya..

Akhirnya kami beli dua unting sebagai percobaan..ntar kaluk dirasa cucok bisa balik lain hari untuk beli lagi...

Ternyata rasanya pulen, memang agak mirip sawo, tapi ada miripnya pula dengan telo hehe..sulit deh dideskripsikan!



Saya justru tertarik dengan namanya: sawo belanda! Kok belanda sih? jauh gitu loh! padahal kita sudah mengenal pula terung belanda, yang agak deketan ada jambu bangkok, bahkan rumput manila! pernah tergelitik dengan nama-nama impor itu?

Sekalinya yang dari jawa: asem jawa, gula jawa...warnanya item kecoklatan...

Kamis, Maret 05, 2009

Oseng Laos!

(ernut's post)

Kuliner aneh sore ini disajikan oleh si bibik di rumah. Karena melihat salah satu jenis bumbu dapur yang saya beli pagi ini , yaitu laos menurutnya kemudaan, dia jadi punya ide. Laos itu bukannya dijadikan bumbu untuk bikin oseng tapi justru laosnya itulah yang dioseng! Horok nggak sih?

Laos muda itu diirisnya tipis-tipis, kemudian dioseng bersama kulit mlinjo dan cambah kedelai. Bumbu osengnya? Ya biasalah: bawang merah, bawang putih, irisan cabe yang banyak, salam dan..laos! Laos lagi? ooh..tidaakk!

Tapi ngomong-ngomong, rasanya enak lho! Belum pernah nyoba khan? Cucok buat musim paceklik! Lebih cucok lagi bila disantap dengan nasi anget dari beras organik dan dua iris empal goreng...







Sabtu, Februari 28, 2009

Pengabdian tak kenal medan..

(ernut's post)

Sore wiken ini, saya ada perlu aplud beberapa gambar dari kamera si handsome soulmate. Dari sekian banyak gambar yang ada di memory card kamera, banyak gambar-gambar kegiatan dan kejadian yang kami alami saat suami dinas ke Semarang. Salah satunya foto aneh dan unik ini.

Ceritanya, kantor suami memang deket-deket pelabuhan. Pada saat pertama kali masuk kantor, suami heran, di sebelah meja kerjanya kok disediakan sepatu boot karet. "Untuk apa ini?", tanyanya pada salah satu staf. "Jaga-jaga kaluk rob, pak". "Rob?", wah kedengarannya kok membahayakan.

Bener juga, selama satu tahun lebih berdinas di kantor itu, beberapa kali pula suami cerita bahwa kantornya sedang dilanda rob. Saya sih tidak begitu ngeh tentang keadaan sebenarnya kaluk rob ini datang. Ternyata contohnya seperti gambar ini...

Adik-adik saya malah cekikikan melihat foto itu, dan komentarnya malah pating clebung tentang action kakak ipar ganteng ini, ada yang memberi judul "Sok Tabah", ada yang nyeletuk "Dedikasi tinggi nie". Dasar adik-adik pada nakal!

Jumat, Februari 27, 2009

Celana Sardi

(ernut's post)

Khathok-e Sardi

"Kathok-e Sardi alias Celana Sardi" adalah judul dongeng yang selalu di-request oleh Ulin Ulan, anak-anak saya, kepada papinya menjelang mereka terlena di pulau kapuk. Papinya sendiri memperoleh dongeng itu dari ibunya. Jadi, dongeng jadul turun temurun!, kira-kira begitu.

Alkisah, Sardi mendapat oleh-oleh celana panjang dari Pakdenya. Namun, setelah dicoba, ternyata celana itu kepanjangan. Maka..

"Mak, Sardi minta tolong celana ini dipendekin dikit, kira-kira lima senti ya mak..." pinta Sardi kepada si emak.

"Oke, tapi mak baru masak nih, tangan kotor, nanggung, ntar-ntar aja ya, taruh dekat mesin jahit dulu deh!" jawab si emak.

Adduuhh..kan kepingin segera dipakai, pingin main ke tetangga pakai celana panjang baru....gerutu Sardi sambil tak berdaya, dan ngeloyor ke luar rumah..

Rupanya ayah Sardi mendengar keluh kesah anaknya dan menaruh iba. Maka segera saja dia garap celana panjang anaknya itu, dipotong lima senti dan dijahit rapi kembali pinggirnya. Kemudian si bapak istirahat dan ketiduran...

Setelah selesai masak, si emak yang masih berpeluh langsung menuju mesin jahit. Dengan trampil dia pendekin celana panjang Sardi sesuai permintaan. Setelah kelar, dengan wajah berseri-seri dia lipat rapi celana panjang itu di kamar Sardi dan dia melanjutkan pekerjaan rumah, sekali ini menyapu halaman...

Tak lama Sardi pulang...

"Maaak!!...kok celana panjang Sardi menjadi celana pendek?? hhuuu...huuu..." si Sardi nangis gulung koming...

Kamis, Februari 19, 2009

Oleh-Oleh....

(ernut's post)



Suatu sore,...ragil saya, Ulan, membuka pintu pagar dengan semangat menyambut kedatangan saya yang pulang dari ngantor. Senyumnya yang merekah memperlihatkan gigi ompongnya...seolah mengatakan ada sesuatu yang tak sabar dia ingin ceritakan...

Ulan: "Mami...Ulan ada oleh-oleh buat mami !"

Mami: "Oya, apaan tu?" (tumben nih anak kok bawa oleh-oleh...)

"Ini!", jawab Ulan sambil berbinar-binar...

"Tas kresek?" tanya mami...

"Iya. Ceritanya Ulan tadi di sekolah jajan lontong (arem-arem itu lho-red), nah sama penjualnya lontongnya dimasukin tas kresek ini. Trus tas kreseknya Ulan lipat, Ulan kantongin buat oleh-oleh deh...soalnya Ulan ingat, mami suka cari-cari tas kresek kecil untuk tempat sampah..."


Memang kalau ada sampah yang punya potensi berhamburan saya suka memasukkannya di tas kresek untuk kemudian baru dicemplungkan di tempat sampah...


Mami: "Oh..anakku, terimakasih ya nak oleh-olehnya...."

Sabtu, Februari 14, 2009

ijolan bojo, hopo tumon ?



(post Ika bertamu)

Sudah hampir 2 minggu ini suami saya mulai dinas di Jakarta, tepatnya dirotasi ke Jakarta setelah sempat 6 tahun 9 bulan bertugas di Bandung. Saya dan kedua anak pindah ke Bandung karena mengikuti tugas Mas Budi, sekarang kami malah ditinggal ….. rasanya gimana gitu ( tolong dibayangin ya Nut n Yik). Banyak ritual yang biasa saya lakukan bersama suami jadi hilang, oh sedihnya…... (hik.. hik). Mengurus dua anak laki-laki yang super tanpa bantuan suami membuat saya sedikit kuwalahan, benar-benar menguras energi dan air mata. Seperti hari Rabu ini, pagi sekali saya sudah berurai airmata karena Dio tidak mau mendengar kata-kata saya untuk tidak berangkat sekolah jam 6 pagi wong sekolah masuknya jam 7.30 dan lokasinya dekat rumah (Dio begitu betah di sekolah, masuk paling awal dan pulang ketika menjelang senja). Alhasil pagi-pagi saya sudah menelepon suami sambil menangis terisak-isak…, untungnya suami mau mendengar isak tangis saya ( dipikir pikir kasihan juga suami pagi-pagi harus sarapan tangisan ).

Sebelum suami mulai ditugaskan di Jakarta saya sempat bercerita tentang rotasi di kantor suami pada ketiga sahabat saya ( Ayik, Ernut dan Milut) saat acara reuni di Bandung beberapa minggu yang lalu (sayang …. Tatit tidak bisa hadir). Tiba-tiba saja terdengar celetukan sohib saya si Ayik “sekarang kan kamu di Bandung dan mas Budi di Jakarta, sedangkan Ernut di Jakarta dan mas Oen di Bandung, yo wis daripada capek pulang balik Bandung-Jakarta wis tukaran suami aja..”. “ Tapi kayanya kamu musti nego ke Ernut dulu Ik… tukar tambahnya piro” kata Ayik lagi. Kami berempat yang kebetulan sedang berkumpul di rumah Ernut yang di Bandung langsung tertawa terbahak-bahak membayangkan saya dan Ernut tukaran suami. “ Wah… piye masa suamikut jadi tak berambut dong…. “ kata Ernut. “Eh biar tak berambut tapi seksi lho, dah gak keluar lagi stoknya” sahut saya. Masa sih…, bukannya yang tak berambut dan seksi itu hanya Bruce Willis” kata Ernut lagi. “ Piye tho Nut…, mbok dilihat dengan jelas mas Budi tuh kan mirip banget dengan Bruce Willis bagai pinang tak berbelah” jawab saya.

Tukaran suami…. wah pasti tak pernah sedikitpun terbayang dibenak kami tentunya ( benar gak… friend), ini hanya cara kami untuk saling menghibur…. terutama menghibur saya yang akan memulai kehidupan dengan 2 dapur seperti Ernut. Bagi saya mas Budi adalah anugerah terindah yang diberikan Allah, saya akan berusaha untuk selalu menjaga kesetiaan. Bagi saya, walau rambut mas Budi sudah mulai menipis dia tetap ganteng seperti waktu pertama kami bertemu di UNS (saat itu rambutnya gondrong). Bagi saya, walau badan mas Budi sudah mulai ndut dia tetap seksi persis Bruce Willis. Bagi saya, mas Budi adalah suami dan seorang ayah yang bertanggung jawab. Jadi apa lagi yang harus saya cari...... selain harus bersyukur atas segala rahmat yang telah diberikan Allah SWT. Mas Budi Happy Birthday Feb 11 th 2009….. moga panjang umur dan selalu dalam lindungan Allah, I love you soo much.


(ayik's post)

Ini adalah curhatan sohib Lima sekawan si Ika Budi Widodo, Thx ya Ik sudah bertamu ke DuoEmak. ...I love U...
Selamat ulang tahun buat Mas Budi Widodo. Semoga panjang umur dan sehat selalu, sabar momong Ika, Wibi dan Dio.Amin
Buat Ika, berarti berlaku juga S3 seperti Ernut ya...alias...Saben Sabtu Setor.....qiqiqi

ctt: dari email Ika yang judulnya ...numpang ngetop...qiqiqi

Rabu, Februari 11, 2009

CethinG JaduL...

(ernut's post)

Pada saat sowan ke rumah Budhe, wah...ada tempat nasi (cething) yang sudah kuno sekali...terbuat dari aluminium (?) berwarna abu-abu blirik...
Pastinya, Budhe menyimpan banyak kenangan bersama cething ini...

Punya sesuatu yang antik, yang simpan banyak cerita?

Minggu, Februari 08, 2009

Oseng paye mude

(ernut's post)

Sebagai pecandu aneka jenis oseng...jadinya apa-apa dioseng, nemu kawat ya dioseng, nemu daun pepaya, nemu pare, nemu ceker? ya dioseng...maka dikala nemu pepaya muda di pasar tadi pagi ya langsung di tawar...dapat deh seglundung kecil dua ribu rupiah... untuk dioseng!

Sekali ini, pepaya muda yang telah diiris tipis cukup saya tambah dengan toge kedelai. Irisan cabe yang banyak biar pedes...dan sreng...sreng dengan bumbu standar oseng...

Sajikan bersama nasi cianjur hangat, masih ditemani sambal terasi dan...untuk rame-rame ojo lali krupuk-e! Mantaf!


Jumat, Februari 06, 2009

es Gandul nan jadoel

es gandul itu....

Es batunya digosrok....




Trus dipadatkan dengan dua tutup gelas plastik sajah..., lalu dilumuri syrup...Sudah!


(ayik's post)

Es gandul tali merang,
awakmu njedhul atiku girang....

Alkisah, satu hari lewat di depan DalemBadran sibapak penjual es ini....es gandul....Waaa...ini kan jajanan saya waktu SD duluu...kok masih ada....

Langsung saya cegat sibapak penjualnya dan saya order es gandulnya, rupa-rupanya saya kangen dengan ragam jajanan jaman cilikan saya yang sekarang pasti sudah menjadi benda yang langka....

Es gandul ini dibuatnya cukup sederhana, simpel, bersahaja dan guampiiing....secara, cuma segenggam es batu yang dipasah atawa digosrok yang dicetak menngunakan tutup gelas plastik sajah, dipadatkan dengan tutup gelas satu lagi ,lalu tengahnya disematkan stick bambu, selanjtnya dikocrotin (apa sih istilahnya...) ehhh ya...ditabur...salah yak ? di....siram dengan syrup berwarna menyala.....maka jadilah es gandul yang kita kenal itu....Begitcuu.....

Slurrrp....segernya....manisnya....

Bukan cuma segernya yang saya dapat......nostalgianya itu lho.......

(punya kenangan apa dengan es gandul ini ? , cerita doong...)



Rabu, Januari 28, 2009

Masih (cerita) di Bandung

bergaya di pager Museum AA


ini namanya lapangan Gasibu, kata Aik menerangkan kepada tamunya yang katrok'


Gedung sate, yang baru sekali ini saya kunjungi...



Saya pengunjung, bukan yang jaga gedung...
(ayik's post)

Hari pertama di bandung, sang bintang tamu ini diserahterimakan secara resmi dari lakone sing gemblung kepada keluarga Ika...qiqiqi...kayak barang ajah ya diserahterimaken...Yah, karena Ernut harus mengikuti acara keluarga yang diselenggaraken oleh kantor sang suami tercintah...Good bye, Ernut...Thx ya for all...

Tak lupa ernut menitipken pesan kepada Ika supaya menjaga saya sebaik-baiknya , jangan sampai kaliren dan semaput kelaparan...wakakak.....emang gemblung emak yang satu itu. Kepada sayah, si ernut wanti-wanti supaya makannya jangan banyak-banyak, khawatir persediaan beras Ika habis sayah thothol...qiqiqi....

Lalu oleh Ika dibawanya saya yang pasrah ini kerumahnya yang hangat, bertemu dengan Mas Bud yang dari dulu sampai sekarang tak berubah, still cool lah....Juga kedua jagoannya yang lagi lasak-lasaknya yaitu Wibi dan Dio...plus bonus budhe Sih yang metal...Toss Budhe !

Besoknya, Ika menawari saya pengin kemana ? Saya yang sudah pasrah menyerahkan pilihan "kemana" nya kepada Ika, yang penting jalan-jalan di bandung dan membawa barang bukti berupa foto-foto di Bandung...Lhoh ! kok foto ? harap diketahui, sesungguhnya kami berlima sejak dulu kala dikenal sebagai banci foto yang narsis dan cerah ceria...qiqiqi...Puasss ?

Buat yang pengin tahu wajahnya Ika, inilah dia beliaunya, orangnya rame dan hangat...





Nih die yang namanya Ika alias Aik alias Ikut...

Nah rupanya si Ika ini pengemban amanah yang baik, buktinya oleh Ika saya dibawa menyusuri jejak kuliner di kota Bandung yang baru pertama kali ini saya kunjungi..., dibawanya saya mencicipi Yoghurt di kawasan Cisangkuy, juga ke pasar Kosambi untuk membeli oleh-oleh.

Belum puas dengan itu, bersama Mas Bud dan anak-anak, Ika membawa saya ke Rumah Sosis di kawasan Lembang....Dirasa belum cukup, Mas Bud membawa saya ke Batagor Riri...buteet....benar-benar Ika takut sayah kelaparan....., We lha kok belum cukup juga, Mas Bud masih memaksa saya mencicipi Surabi Bandung yang terkenal itu...Ampunnn....Mas, saya bawa sebagai bekal di kereta saja dah.....Gak muat si buthun ini...Qiqiqi...Ika ketawa puasss...!


Dua jagoan cilik Ika, Wibi dan Dio di Batagor Riri


Bersama Ika dan Wibi di Rumah Sosis

Dan, malam itu, Senin 26 januari, saya akhiri cuti ibu ngojeg saya di Bandung. Sayapun segera meluncur dengan kereta Lodaya menuju Solo, pulang ke Dalem Badran yang sudah satu minggu saya tinggalkan...Selamat Tinggal Bandung, Selamat tinggal Ika dan keluarga...

Ada rasa bahagia tak terkira dihati saya, kala saya mengingat begitu banyak cinta yang saya terima dari sahabat-sahabat saya dan keluarganya...semoga Allah membalas kebaikan mereka...

Ernut, Tatiet, Ika dan Milut...semoga persahabatan ini senantiasa terpelihara...




Lima sekawaN (minus Tatiet) di Bandung

Milut dan sikembar (maksudnya kembar gemblungnya)



(ayik's post)

Setelah dua malam dijamu dirumah lakone maka pagi dinihari Minggu kami berdua lengkap dengan dua prawan kencur Ulin dan Ulan pun meluncur menuju kota Bandung....Bandung, sayah datang....

Tiba di Bandung tentu saja kita menuju Rumah dinas MO (misua tercintah darpada Ernut) , nah disanalah kita janjian untuk ketemu dengan 2 lagi anggota gank Lima Sekawan yang tinggal di kota kembang inih, namanya Milah Jamilah (sunda banget euy) yang akrab kami sapa dengan Milut sajah. Juga satunya lagi si Kartika Chendrawati alias Ika atawa Ikut (maksa banget yah ?)...qiqiqi...maka genaplah kita berempat ...lho kok cuma berempat ? ya ...iyaaa...lahhh..secara anggota gank yang satunya lagi si Tatiet tak bisa ikutan kami karena ada acara keluarganya di Bogor...Ya wiss lah, walhasil tanpa Tatiet, meskipun tak lengkap tapi yah namanya acara dolan-dolin...hajar saja....Maap ya Tiet, abis kamunya sihhh......Maybe, next time kalau aku bisa datang kita bikin acara asyik lagi dehh....(Tatietnangisnyeseldotkom)

Seperti yang sudah sayah perkirakan, memang para sahabat ini agaknya ingin sekali menyenangkan dan menghibur hati saya, karena mereka tahu, saya tak bisa sering-sering bertemu seperti saat ini...jadi, pasti ini adalah kesempatan yang sangat istimewa yang wajib tak disia-siakan....Seperti yang saya rasakan, begitu besar rasa sayang dan cinta diantara kami berlima....qiqiqi...sok melow deh...

Begitulah, berhubung acara paling asyik ketika ketemu begini adalah ngobrol bercanda yang gak jelas dan saling cerita keseharian kita setelah lama berpisah, maka hal yang paling asyik adalah sambil mencoba sajian kuliner di Ampera...Para sohib dengan bangga menceritakan kekhasan menu sunda di Resto Ampera ini, yang ternyata memang nyamleng euyy...Dasarnya saya sudah dipatenkan sebagai abdul buthon maka saya mah pasrah saja mau dibawa kemana sajah...yang penting nothol...qiqiqi.....Namanya juga bintang tamuuu......( plethak ! kepalaku di kethak ernut!)

Masih belum puas dengan acara nothol, si bintang tamu ini dibawalah ke Jl. Riau, dimana disana berserak FO andalan kota Bandung....Wah, saya sampai mbelenger ngeliatnya (padahal tidak belanja blash!), yang penting udah liat suasana khas kota Bandung yang padat dan macet sana-sini dikala musim liburan...

Tak lupa kita juga menyambangi kediaman keluarga sohib ku Ika Kartikah (nama versi sundanya) dan berjumpah dengan bapak Budi Widodo dan dua jagoannya: Wibi dan Dio, so cute....Meluncur ke rumah Milut , nah baru deh untuk yang pertama kalinya kita ketemu sama yang namanya A'a Mamat misuanya Milut Jamilut, juga si kembar Wildan dan Amel yang imyuuut gak kayak emaknya yang amit2...qiqiqi....




Ada halimun di foto ini...Milut, kok cuma kamu yang gambarnya blurr...


Pokoknya, suasana hari itu bener-bener regeng dah...,kita berempat kembali pada habitat dan kithah gemblungnya, nampak deh asli-aslinya kita yang rame abis, yang mungkin dalam keseharian berbeda...pada jaim kalee'....qiqiqi...

di depan rumah Ika


Di studio musik Ika


duo emak jail


Yang anehnya di postingan ini, tan nampak satupun wajah si Ika...., yah, dia kan fotografernya...Kita akan ketemu dengan wajah Ika di posting berikutnya, kawan...



Selasa, Januari 27, 2009

Calon juragan akik


(Ayik di Ibukota part 3)

(ayik's post)

Di hari kedua menginap di rumah lakone sepertinya Ernut sudah punya program jalan-jalan buat menyenangken hati sohib gemblungnya ini. Dia mengajak saya jalan ke Gems Market alias pasar akik di depan stasiun jatinegara. Waaaa....mata saya langsung mak byarrr...melihat aneka aksesori dari bebatuan paporit sayah...untuk diketahui, ya, temans...saya ini penggemar aksesori yang etnik-etnik, yang agak antik dan unik. Tahu sendirilah...sayah ini kan memang orangnya antik dan unik (dan jangan lupa, saya tetep manis lho ya)
Nah, kunjungan ke pasar akik ini sungguh membuat hati saya bungah, meskipun sekedar melihat-lihat tak banyak belanja...qiqiqi...hati saya puas setelah membeli beberapa potong bros batuan untuk oleh-oleh yang di rumah...murah-meriah dan indah...

Ernut sempat mengusulken supaya saya kulakan batuan tua yang sudah menjadi fosil, sapa tahu ada yang berminat belinya sebagai jimat...qiqiqi...gemblung tenan...