Rabu, Mei 28, 2008

Duo Kribo Reunited



(ernut's post)

Weekend kemarin, aku mengantar Ibu ke Solo, so..berkesempatan untuk ketemuan dengan Ayik. Terasa istimewa karena ini pertemuan pertama sejak lahirnya Duo Kribo. Karena waktu yang sangat terbatas, maka ketemuan kita diisi dengan hal-hal yang perlu-perlu saja, diantaranya makan-makan (ya iyalah perlu, secara kita paling hobi makan, terbukti punya juga "Duo Kribo Doyan" ya to?), juga cerita-cerita melepas kangen..dan membahas aneka peristiwa (ada cerita ketawa
sengihnampakgigi, cerita mewek.nangih.., dan bisnis! (he..he..Ayik berhasil kepayon empat lusin tutup gelas hasil kreasinya). Thank you ya Yik, kamu telah nyempatke naik motor ke Manahan dan juga nggoncengke ke Kusuma Sari...love

Senin, Mei 26, 2008

Senjata Makan Tuan, Aaarghh!


(ayik's post)
Antara judul posting dengan foto sungguh nggak nyambung. Soale fotoku yang harusnya aku pajang menghiasi postinganku ilang kena virus...Aargh.....!
Begini, aku mau cerita tentang dua gadis kencur eman-emanku. Seperti halnya Ulin dan Ulan yang banyak niru-niru mamihnya, begitu juga Karin dan Aizs, banyak bener yang mereka adaptasi dari emaknya yang manis inih... Karin, misalnya, secara garis wajah kata kebanyakan orang (normal) plegh jebles dengan garis wajahku.Pernah dalam suatu pesta keluarga, seorang teman lama yang sudah janjian ketemu di pesta itu sempat kebingungan mencari keberadaanku. Ketika dia melihat Karin, dia yang belum pernah ketemu Karin sebelumnya langsung yakin kalau Karin adalah anakku, maka dengan sedikit penasaran dan spekulasi diikutilah kemanapun Karin beredar dalam petualangan kulinernya, dan bener lho..., karena pastinya Karin kembali keinduknya maka bertemulah kami dalam keriuhan pesta itu. He...he, yakin bener yak kalu Karin itu mirip dengan Ayik... Kemiripan fisik tentu diikuti kesamaan yang lain, secara anak dan emak gitu lho. Aku akui , diriku ini emang slordig alias suka agak-agak ceroboh alias groboh...wakakak....(detailnya gak perlu dibahas ya, Nut. Malu!) , suka mau cepet-cepet dan praktis maksudku sehingga acapkali melupakan detail. Tapi karena buat 'ndiri maka yang keluar adalah maklumat penuh permakluman...Lha payahnya, Karin itu nurun aku...grobohnya. Suka asal, suka berantakan...ha...ha...Karin juga miniatur emaknya dalam hal thotol menothol, dia pemakan segala, selama benda itu bernama makanan pasti tidak akan ditolaknya. Bahkan naluri imbuhnya sudah dimulai sebelum acara makan dimulai. Apapun menunya, defaultnya adalah " boleh nambah kan, Bu ? ". Walhasil, lihatlah bodynya, moleg dan gembul.Kalau nggak di rem dari sekarang, bisa-bisa ntar kayak aku waktu remaja dulu...gendut bo'. Tapi katanya..." kan masa pertumbuhan...". begitulah Karin, secara ukuran baju kita sama. Jadi kalau aku beli baju, maka pertimbangan utamanya, modelnya cucok gak ya kalau dipakai Karin ? begitu juga kalau beliin baju Karin, " Ibu bisa gantian pakai nggak ya, Mbak "...he..he..Kalau baju bisa gantian, artinya si Emak bisa ikutan trend anak muda kan ? untung buat aku, Ibunya. Asal jangan Karin yang pakai baju model tante-tante...
Lha kalau si Aizs beda lagi, garis wajahnya banyak mengambil pattern si Bapak. Bentuk tubuhnya lencir mengarah ke kurus, secara dia cuma makan garingan. Selera makannya payah. Tidak doyan sayuran dan buah-buahan. Bukan cuma 'tidak suka' tapi bener-bener 'tidak doyan'. Aku sudah pasrah ini anak pasti angka kecukupan gizinya sangatlah kurang.Tapi aku yakin seiring dengan berjalannya waktu nanti entah kapan pasti Aizs ku bisa menerima takdir bahwa makan bukan cuma buat hidup tapi hidup juga harus dinikmati dengan makan. (Piye ta karepmu, Yik ?) . Nah si Aizs ini anaknya lebih 'agak' rapian dibanding Mbak Karin. Dia lebih bisa didisiplinkan dibandingkan kakaknya.Kalau Karin menganut faham " Nyantai wae...! " (kalau ini bukan aku yang diturun, Nut), maka Aizs lebih pada " Do it now!" ( masalah disiplin dan terprogram waktu pasti aku yang diturun, aku kan anak sorodadu, terbiasa disiplin).
Hanya saja kedua anakku ini punya kesamaan yang sering bikin aku mengomel-ngomel hampir tiap hari yaitu...kesukaan mereka membaca. Lho kan itu positif ? begitu pasti pikirmu,Nut. Lha iya, kalau cuma gemar membaca sih itu memang sudah aku tanamkan sejak mereka mulai melek huruf, tapi kebiasaan2 yang ada hubungannya dengan membaca itu lho yang suka bikin empet'. Contohnya :
  1. di mobil dalam perjalanan, mereka membaca terus sampai Bapaknya nyeletuk " Mbok dha ngoceh ta, Ndhuk. Biar gak sepi gini..., tinimbang Bapak nyetel radio..." Wekekek....
  2. di kamar, sudah jam 11 malam, lampu kamar masih menyala, kita pikir mereka belajar ternyata malah baca novel
  3. di depan TV, sambil nonton TV masih sempat-sempatnya membaca. Dan yang paling bikin empet adalah...
  4. di kamar mandi. Pulang sekolah, Karin selalu masuk kamar mandi minimal 30 menit untuk ...membaca. Masih mending kalau kamar mandi gak buruan mau dipakai yang lain. Karena seringkali terjadi insiden Aizs menggebrak pintu KM karena Karin kelamaan 'ngendhog', yang aslinya adalah baca sambil BAB. Gubrak! Lalu gantian Aizs masuk KM dengan membawa bacaan yang belum diselesaikannya, ketika Emaknya teriak-teriak butuh KM nya sambil bawa majalah seadanya...yah, karena kami tidak merasa nyaman kalau menjalankan ritual BAB tanpa...membaca.Sehingga seringkali acara BAB ini menghabiskan lebih dari 30 menit karena sayang mau keluar KM tanpa selesaiin sesi membaca inih...halah...Entah kenapa rasanya nyaman banget kalau BAB sambil baca atau baca sambil BAB. Kami memang aneh...
Aku jadi merasa harus ngampet kesel kalau anak-anak berulah dengan kebiasaanya membaca yang kadang mengganggu rutinitas harian dalam keluargaku inih. Karena banyak tugas-tugas terlewat tanpa tanggung jawab karena keasyikan membaca...Aargh.
Dan hobi yang suka bikin empet itu adalah...swear...nurun dari aku, Ibunya.

Sabtu, Mei 24, 2008

ErnuT ituh....



(ayik's post)
Ernut itu adalah karibku sejak 1985, salah satu anggota genk motor ehh..genk Fisip alias LimaSekawan
Ernut itu teman bantingan paling moy, karena disaat habis gajian IEC dia sukarela mentraktirku di Mbak Jum
Ernut itu rajin..bolos karena jadwal kuliah seringkali gadhog dengan jadwal asistensi di IEC
Ernut itu rajin...nitip tandatangan KRS
Ernut itu pernah tidak lulus logika RG Sukadyo bersamaku
Ernut itu idolanya Pak Rus tukang parkir Fisip. Setiap kali ketemu cuma nama Ernut yang diingatnya
Ernut itu setengah selebritis, karena hampir 1/2 angkatan'85 mengenalnya. Rangking pertama ngetop tetap ada pada Tatit anak walikota Hartomo. Soalnya sudah jadi kata majemuk, Tatit...anak Walikota!
Ernut itu pernah memaksa Pak Sehat Sinuraya Bag. Kemahasiswaan UNS buat ikutan wisuda Des'90 secara dia sudah telat daftar. Akhirnya di Acc dengan syarat mau pidato mewakili wisudawan. Wekekek...(padune, kowe pengin wisuda bareng aku ta, Nut ?)
Ernut itu telah banyak mengenalkanku pada kuliner kelas pelajar di Solo : Es Otonk, Mas Jon, Nini Thowonx..
Ernut itu pernah mengajakku ke lokasi KKN nya di Grobogan. Pulangnya entah komponen apa dimobil DiBi nya yang putus dan haris dibantu pegangi sepanjang jalan Sumberlawang sampai Manahan
Ernut itu juga pernah memaksaku menemaninya mengunjungi Mas Oen di lokasi KKN nya di Pati. Uadoheee..., secara aku baru sembuh dari tipes ku.
Ernut itu sok cool, padahal gak cool-cool amat. Dia juga masih menikmati entut yang kadang gak sopan
Ernut itu sok nyastra, KUMPUI nya pernah aku baca, wuiiik...romantis nii..(hkk.hhk,keselek)
Ernut itu baik hati, biarpun aku belum pernah diutangi
Ernut itu the choosen,bagiku ( Thx ya , Nut)
Ernut itu teman berbagi yang asyik, menerima tumpahan mewekku lalu mengajakku menganalisa setiap problema hidup dari sisi lain dan logika yang tajam dan terpercaya (walah...)

(graduation 111290)


Ernut itu teman ngekek termehek-mehek kala aku sadar dari mewek
Ernut itu teman berbagi blog yang asyik, bersamanya DuoKribo makin ramai dan cuantix (apalagi kalau tetamu kami dari Bandung,Teteh Ika jadi bergabung dengan reportasenya.Welcome to Ika)
Ernut itu SAHABATKU (jangan tersinggung ya...!)

Jumat, Mei 23, 2008

Fungsi Lain Piring





(ayik's post)
Pertama-tama dan yang utama ( waaa....kayak ,mubaleg yak !), ketika dalam pikiran kita underestimated, timbang cumak piring...Tapi coba lihat, betapa indahnya gambar yang terlukis dari piring-piring ini. Cerah dan jrengnya ilustrasi pada sebentuk piring ini pastinya menambah selera kita untuk mengemplok (atau menothol : bahasa Ernut) apapun yang tertampung didalamnya. Mau cuma bothok pare atau empal goreng tetaplah enyak kalau ditaruhnya dipiring yang bergambar cantik dan bersih (perlu dan penting !)
Entah kenapa aku lagi demen mengamati gambar-gambar dipiring-piring, dari piring yang mahal (yang aku gak kuat belinya) sampai piring porselen gratisan hadiah sebuah sabun cuci.
Buat aku, gambarnya yang indah cukuplah menambah selera makan diluar jenis lauk plok-emplokannya. Merk Vicenza pastinya cuantik dan keren dan jelas bergengsi, tapi piring-piring keluaran lokal (Kedaung) juga tak kalah cantiknya lho. Ibuku menyimpan piring-piring jadoel yang dibeli sejak aku masih TK, gambar nya klasik : ayam jago, list emas, nona makan sirih (nama pemberian ibu untuk piring bergambar sepasang bangsawan, diatas ). Tempo hari, aku bertandang kerumah tetangga. Dia punya banyak piring peninggalan Eyang buyutnya, piring bergrafir buatan tahun 1936 itu cuma polos-los dan berwarna putih bersih, nampak elegant walaupun gak tampak trendy. Tidak ada yang istimewa, yang bikin istimewa ya cuma itu, tahun dibuatnya, secara umurnya sudah74 tahun gitu lho.Yang lebih istimewa lagi adalah kebaikan hati sang empunya piring, karena melihatku terkagum-kagum pada piringnya maka Bu Sony menghadiahiku satu. Matur sembah nuwun ya,Bu Sony.
Kalau ada fatwa yang pertama dan utama, ternyata ada kelanjutannya, yang kedua, yaitu...fungsi piring bukan cuma buat wadah...karena piring bisa jadi sarana ekspresi....baru-baru ini aku dikagetkan akan terjadinya suatu peristiwa, he..he..he, aku lagi diwarung kare langganan nunggu si mpok melayaniku, tiba-tiba ..."prang...!", ada UFO (piring terbang) melayang dan nyaris menyambar kakiku, dan tentu saja sang piring cantik itu hancur berkeping2. O la-la, anak si bakul yang masih balita ternyata marah pada ibunya karena permintaannya untuk imbuh tidak kunjung dilayani sang ibu.
Walaahhh..., ternyata piring bukan cuma buat makan ya, Nak. Bisa juga buat ngasih sinyal ke ibumu bahwa kamu lagi marah......Muga-muga dirumah (kita) jangan sampai ada fenomena UFO macem gini. Eman-eman piringe

Untukmu Ika

(ernut's post)

Halo Ika Kartika, thank you ya telah jadi salah satu visitor Duo Kribo. Bagaimana komentarmu? Lumayan to tampilannya? Ditunggu masukannya? Kamu bisa kok nambahin post Duo Kribo, caranya kirim aja postmu, apa yang yang kamu tulis berikut gambarnya ke e-mailnya Ayik nanti Ayik yang akan memasukkannya ke dalam Duo Kribo apa yang kamu tulis, komplit tan
pa ditambah atau dikurang, kecuali postmu mengandung unsur sara atau cabul wekekek.takbole..pasti Ayik akan sensor yang begituan..soalnya takut ditangkep KPK! kenapa ngirimnya ke Ayik, ya karena dalam kepengurusan Duo kribo dia ketuanya merangkap seksi editor, sedangkan aku anggota biasa aja.. Jadi gitu deh.. guampang to teteh? OK Ika, selamat bergabung..ditunggu post-mu segera. tepuktangan

Lenjongan





(ayik's post)
Kemaren malam kami jalan-jalan cari angin di taman kota depan rumah dinas bupati Karanganyar. Ditaman yang suasananya tiap hari
bak pasar malamitu aku menemukan jenis kudapan ini, mungkin di Jakarta yang ginian gak ada ya,Nut. Orang dusun ini menyebutnya lenjongan. Lenjongan terdiri dari beberapa jenis kudapan tradisional serba manis, komponennya adalah : kelepon, gethuk lindri, cenil dan ketan hitam. Kalau mau yang lebih lengkap lagi, di Pasar gedhe solo, lenjongannya lebih spesifik karena terdiri dari kudapan produk umbi2an seperti : thiwul, gethuk, sawut, canthel, cethot dll...wuaaa..., rasanya enak dan manis yang mondo-mondo (alias tak terlalu manis). Buat wong karanganyar, jenis kudapan yang satu ini cukuplah menghibur lidah, buktinya pembelinya harus antri tuh. Secara, disini jauh dari gerai KFC, BreadTalk ataupun Roti Boy yang berbau western dan berkesan borju itu. Heh!
Well, kadang-kadang aku bersyukur tidak ditakdirkan untuk keluar dari 'tempurung' kota Karanganyar ini. Kehidupan masih relatif tenteram, jauh dari kemacetan dan demo dijalanan, harga-harga masih teritung muriih. Cuma kalau mau liat Monas atau Dufan memang jauuuh.....
Whatever, I Love Karanganyar.

Lima SekawaN Part 2


(ayik's post)
Kalau diinget-inget kisah kasih kita ( cieee......) di Fisip jadoel kadang suka termehek-mehek sendiri. Secara kita berlima berasal dari dunia yang berbeda, haah...dunia yang berbeda? maksudna ?
Ya iyalaahhh, Tatit itu dari dunia Magelang, Ernutwati, dari dunia Solomontho. si IKa yang kelahiran jayapura tapi ternyata gak ketularan kribo dari dunia metropolitan Jakarta. Lalu si keling Milah Jameela (versi keren dari Jamilah) berasal dari dunia Cirebon, umminya pedagang,kayaknya....Dan aku, si Ayik gembul ini, berasal dari dunia Karanganyar, 25 km dari Solo, maka disebutnya SoloKemringet, bapakku sorodadu berpangkat Lettu dengan jabatan terakhir Danramil Tasikmadu.
Dengan latar belakan dan asal-usul yang berbeda ini kami disatukan dalam komunitas pertemanan yang lumayan solid. Dibilang solid karena hampir 5 tahun menghabiskan waktu di kampus yang sama memang kita selalu bersama-sama, kuliah bareng, yudisium bareng, dolan bareng, nonton bareng,bolos bareng.....Ditengah perbedaan kami disatukan dalam satu hal...pernah sama-sama tidak lulus mata kuliah Azas2 Manajemennya Pak Cipto Drajati ! Jadi waktu yudisium dan kita tahu tidak lulus MK yang satu ini kita tidak syok2 amat....banyak temennya inih!
Well, perlu diakui, Tatit adalah sponsor utama kita dalam bergembuyakan, dia yang selalu memfasilitasi kita nobar dengan tiket gratisan fasilitas walikota lengkap dengan mazda merahnya yang bisa membawa kita berlima kemana saja. Cuma seingatku, kalau masalah jajan kita lebih sering bantingan.
Komunitas lima sekawan sering membuat teman seangkatan memandang kita menjadi kelompok eksklusif,...wekekek....semoga ini cuma karena aku GR aja yak!Padahal kita tidak bermaksud membentuk genk eksklusif lho ya...
Nah, seiring dengan berjalannya waktu, kini kita Lima sekawan telah berkembang menjadi 5 keluarga kecil. Aku & si Bapak sudah menghasilkan dua bidadari Karin & Aizs, Ernut dan Papi Owe sudah berproduksi si imut2 Ulin dan Ulan. Ika dan Mas Bud di Bandung sudah mencetak Wibi dan Dio. lalu Tatit dan Yoga 'Bendhel' juga sudah memproduksi Wira dan Ksatri yang sama imutnya dengan biangnya. Hebatnya lagi, si Milut dan Kak Mamadnya (yang sumprit, aku belum pernah kenal wajahnya) yang nikah paling belakangan (th 2000an) malah sekali tembak dapet langsung dua sekaligus alias si kembar Wildan Dan Amel.
Seru 'kali ya..kalau kapan tahu nanti kita kumpulin keluarga kecil kita masing-masing dalam satu event...Tapi kapan ya ?. Yang pasti, kalau aku mantu nanti, semua harus dateng pakai paket komplit !. Mantu ? masih lama kaleee'.....

Pulau Seribu





(ernut's post)
Ceritanya, sebulan ini aku ada kerjaan kantor menjadi anggota juri KUA teladan yang pemenangnya nanti mewakili DKI Jakarta untuk maju ke tingkat nasional. Berhubung di DKI ada 5 Kotamadya dan 1 kabupaten, maka tim menilai 6 pemenang dari masing-masing kota/kabupaten tadi. Lima KUA lokasinya di darat (istilah orang betawi), sedangkan yangt satu di pulau, yaitu kabupaten pulau seribu. Penilaian di darat berjalan biasa saja, sedangkan yang terakhir agak luar biasa. KUA yang mewakili Pulau Seribu adalah KUA Kep. Seribu Utara tepatnya di Pulau Harapan. Untuk menuju ke sana, tim harus sudah kumpul di kantor jam 06.00, terus berangkat ke Marina Ancol, dan akhirnya mulai "melaut" tepat jam 08.00. Memerlukan waktu 1,5 jam menggunakan kapal cepat untuk sampai ke Pulau Harapan. Di dalam kapal sumuk, dan gelombang lumayan mengocok perut (mulai ada yang mabuk laut).
Sesampai disana,..terlihat barisan rapi disepanjang pantai..apa itu? ternyata anak-anak sekolah sedang berbaris..sambil bernyanyi mars lagu sekolahnya untuk menyambut kami. Ibu-ibu yang terbagi dalam 3 kelompok membunyikan rebana sambil mengalunkan senandung qasidah tanpa henti..kemudian kami digiring menuju tenda besar di halaman KUA yang berpasir laut, di sana sudah berkumpul seluruh penduduk, tokoh masyarakat, aparat KUA dan juga Pemda..ya ampyuun..sebuah sambutan yang luar biasa.... Kami hanyalah tim penilai KUA teladan (dan ada juga tim penilai keluarga sakinah) yang bertugas menilai keadaan KUA sehari-harinya..rasanya agak berlebihan sambutan yang kami terima..aku tidak tega lihat anak-anak yang sudah kepanasen disuruh berdiri sejak pagi, aku lihat juga mereka ada yang pilek sentrup-sentrup..apa tidak makin pening kepalanya? Tak terasa aku malah mbrebes mili...hatikecilku berkata: sebetulnya tidak perlu sambutan semeriah itu... Anyway, kami harus menilai secara profesional sehangat apapun sambutan untuk kami...Penilaian keluarga sakinah dilaksanakan di pulau yang berbeda, yaitu Pulau Kepala, ada jalan setapak buatan yang menyambungkan kedua pulau itu. Tim harus diunjal satu-satu naik ojek untuk ke Pulau Kelapa itu. Setelah tugas selesai kami kembali ke darat melalui dermaga Pulau Kelapa dengan membawa aneka kenangan: keramahan, keterpencilan, dan aneka hidangan masakan ikan laut...dan beberapa ekor bandeng tanpa duri hasil budi daya penduduk setempat untuk buah tangan.

Kamis, Mei 22, 2008

Lima Sekawan


(ayik's post)
Kami bertemu di kampus. Aku,Ayik Sri lestari - Ernut , Tatit, Milut dan Aiq alias Ika. Gak tahu sejak kapan kami mulai dekat, yang jelas kami memang selalu berendeng-rendeng selama menjalani masa perkuliahan ini. Tidak perlu dibahas siapa paling pinter dan siapa paling lemot, karena sudah gak penting...(he...he...bukan karena malyu ,Bu' ?), yang jelas yo pintere keporo roto-roto wae, Ya kan , Nut ? Banyak hal kami lalui bersama, ngekek pasti, sedih kadang-kadang. Banyak kenangan yang kita simpan dari pertemanan ini. Ayo Nut, keluarkan semua memorimu tentang kegemblungan kita dong, he..he. Untung juga ya, meski gembuyakan dulu kita termasuk yang rampung tepat waktu diangkatan kita. Milah lulus duluan September '90,
Aku & Ernut Desember'90, Ika tahun berikutnya. Dan Tatit !....seingatku, tahun 1992 an baru nyusul lulus...he..he, gak pa-pa toh dia waktu itu sudah jadi bos di Karka.Dan nasib membawa kita menjadi seperti sekarang ini.
Sejak terakhir bertemu dalam formasi lengkap di kawinannya Ika ( tahun 1992), barulah kemaren (Juli 2007) kita berlima ketemuan di rumah Ernut. Lha, kapan lagi ya ketemuan? jangan nunggu aku mantu ya, kawan...

Another Oseng


(ernut's post)
Jenis oseng favoritku yang lain yan ini: oseng godhong kates! Kalau diminta memilih antara Pizza dengan oseng daun paya ini, jujur aku pilih yang terakhir..karena menurutku pizza kadang terlalu asin karena ada kejunya dan kalo sudah tidak anget jadi tidak enyak..tapi kalo oseng yang ini nyem..nyem. Oseng daun paya ini paling oke kalo disampur dengan teri medan yang kecil-kecil itu. Perpaduan warna hijau, putih dan merah cabe sungguh indah.. Entah kenapa oseng daun paya ini rasa daunnya kadang pait kadang tak terasa paitnya. Kata mbak Ning, biar tidak pait perlu dicampur dengan sesuatu, tapi ada juga yang bilang..jenis daun payanya sendiri juga menentukan..ah..sudahlah..tidak penting itu (padune ra iso masak, makanya ra pati mudeng!). Yang jelas..oseng daun paya ini mestinya sehat (asal pas masak tidak kebanyakan minyak)..dan yang aneh anakku Ulin juga berani makan oseng ini..Wah, memang bener-bener suka ikut-ikutan anak mbarep ini...
Tentu, nasi plus oseng ini lebih sedap kalo pas makannya ditemani dengan sepotong tempe anget dan sepotong empal empuk yang gurih...(lho..sing marahi lezat sing endi iki?)

Rabu, Mei 21, 2008

Gen Saudagar


(ernut's post)
Sudah sejak lama Ulin, mbarepku, mbujuki aku untuk mengantarnya ke pasar Jatinegara. Dia ingin kulakan! Kulakan aneka jepit untuk dijual ke teman-teman sekolahnya. Alamak! Kok cepet amat greget ingin dodolan itu muncul di dirimu to nduk! Mungkin dia kepingin ikut-ikutan emaknya, secara memang kadang-kadang aku juga suka jualan opo to opo, dimulai dari batik Solo, batik dari daerah lain, mukena aneka jenis, tas tangan untuk kondangan, baju untuk pesta, baju muslimah, aneka bros, kerudung..(loh..malah iklan).
Memang Yik, kalo diurut-urut..aku ini ada darah sodagar (weleh, istilahe kok kolonial amat). Simbahku dari pihak ibu, mata pencahariannya adalah berjualan aneka sandang. Beliau tinggal di Wirosari, Purwodadi dan mempunyai kios di pasar sana. Barang dagangan diperoleh dari Pasar Klewer, Solo. Setelah simbah sedo, usaha tersebut dilanjutkan oleh budheku, di pasar yang sama. Meski dari dekade ke dekade dagangan mengalami penyusutan, tapi setidaknya sampai sekarang ini, dimana putro budhe sudah mandiri, berdagang tetap menjadi mata pencaharian budhe.yang dapat memenuhi kehidupan sehari-hari.
Jadi, selain gen bertani (dari Bapak), jelas gen sodagar itu mengalir juga ke aku dan anak turunku, buktinya ya Ulin ini.
Akhirnya Ulin tak kulakke aneka jepit dan pin jilbab (padune aku ya seneng aja sih borong sana borong sini). Cuma, sulit sekali menerangkan hukum pangsa pasar ke Ulin. Dia maunya dapat jual cepat dengan harga setinggi-tingginya. Kalo ketahuan jual terlalu mahal khan malu, dan konsumen tidak mau jadi pelanggan lagi. Tapi dia tidak mau mengerti. Aku minta dia survey dulu ke abang penjual jepit yang suka dipikul-pikul itu, kemudian baru tentukan harga, maksimal sama..syukur-syukur lebih murce..jadi yang beli seneng dan beli lagi lain hari. Tapi dia tidak mau! Maunya kulak jepit Rp. 300 dia jual Rp. 2000, padahal di abang tukang pikul aja dia lepas dengan Rp. 500. Piye iki?
Sampai sekarang, barang dangannya masih ditimang-timang..(dia sendiri pingin pake semua)..masih ada waktu untuk memberinya tutorial. Yang jelas, tidak boleh jualan di sekolah ya nak, ajak aja temennya main ke rumah.

HaRKiTNaS!


(ernut's post).
Merdeka! Saat aku baca pengumuman upacara harkitnas beberapa hari yang lalu, aku masih mengingatnya sambil lalu. Kemudian ada berita, Sophan Sopian mangkat pada saat konvoi moge di Mantingan, dalam ranga memperingati harkitnas juga. Serius amat? Terakhir, tadi malam pas seluruh stasiun tipi menyiarkan secara langsung gebyar harkitnas dengan pertunjukkan spektakuler dan dihadiri oleh baik Presiden dan Wakil Presiden. Lho, ada apa sih..kok heboh amat. Ternyata, rupanya harkitnas-nya yang ke 100 tahun ya? Wah, memang tahun yang istimewa, seabad. Karena perhatian mulai terusik, maka pas upacara tadi pagi, aku sedikit memaksakan diri konsentrasi mendengarkan amanat presiden yang dibacakan inspektur upacara (biasane sih cuma glelang-gleleng aja, liat-liat keatas..ke kiri..ke samping tanpa tujuan yang pasti). Akhirnya, kudapat juga penyegaran ilmu sedikit. Harkitnas adalah momentum yang timbul berbarengan dengan lahirnya Boedi Utomo, sebuah organisasi yang sarat idealisme, yang dibentuk oleh para pelajar STOVIA. Pada saat itu lahirlah haluan politik yang sebelumnya tidak pernah ada: nasionalisme! yang kemudian secara bertahap menuntun bangsa ini untuk mencapai kemerdekaannya. Jadi, diluar betapa mahalnya biaya biaya gebyar harkitnas semalam dan betapa pasnya dengan melonjaknya harga minyak tanah, setidaknya suguhan kolosal itu menyadarkanku betapa Indonesia ini sebetulnya berpotensi tinggi, budayanya beraneka dan semua mengagumkan..tinggal bagaimana mengutuhkan persatuan dan memintarkan rakyatnya, sehingga menjadi bangsa yang sejahtera. Kapan?

Arummanis,Maniisss..............!


(ayik's post)
Masih ingat kesukaan anak-anak sebaya kita dulu kala Bapak Ibu ajak kita mengunjungi area pasar malam atau sekatenan ? Ya, arum manis, adalah makanan kesukaanku. Dari gula pasir dan pewarna ( semoga bukan pewarna tekstil) simanis ini dibuatnya. Ditebar dan diputar diatas mesin pembuatnya yang bersuara bising menghasilkan satu bentuk ruwet rapuh dan pliket kalau kelamaan ditangan. Bila dikulum maka akan segera hancur dan meleleh dilidah yang efek nya meninggalkan warna jambon menculok disana. Mmmmm......
Kini arummanis sudah dimodifikasi dalam hal rasa, melon-vanila-strawberry. Tapi arummanis secara rasa tetaplah tidak berubah, tetap manisss.........Tapi entah kenapa, lidahku memberi sinyal bahwa arummanis sekarang tak murni manis yang sebenarnya, karena manis yang kurasakan segera diikuti rasa pahit sesudahnya. Jangan-jangan ini karena pewarnanya yang tidak recommended atau tambahan sakarin. Biar aja dosanya ditanggung sang abang penjualnya.
Banyak orang tua melarang anak jajan arummanis, takut berefek batuk buat si anak. Tapi beda denganku, baru-baru ini aku justru memprovokasi anak-anak untuk jajan arummanis, karena sudah lama aku memendam rasa kangen dengan simanis yang satu ini.Tentu saja dengan beberapa langkah preventif, diantaranya pilih yang warnanya putih, minimalis zat pewarna. Kiatnya, setelah makan arummanis, segeralah minum air putih hangat sebanyak-banyaknya untuk melarutkan zat-zat berbahaya yang terkandung didalamnya.
Boleh dong sekali-kali makan arummanis, Bu ?

Delingan Memorial Park



(ayik's post)
Hp ku berbunyi tanda ada sms dari mu, Nut. Dan isinya " Sophan Sophiaan mangkat " Ketika itu aku lagi berada dilokasi sebuah areal pemakaman etnis China, pemakaman Delingan. Entah cuma kebetulan, tapi yang jelas SMS yang mengabarkan kematian itu aku terima di area pemakaman yang letaknya 10 km diluar kota arah ke Tawangmangu. Hi...., sempat terbersit kengerian.Yang aku heran, angin apa yang membawaku jalan ke pemakaman ini, aku juga tidak tahu. Yang aku tahu, hari itu aku pengin jalan-jalan sebelum jadwal menjemput Aizs kesekolahnya, dengan sadar aku arahkan motorku ke jurusan Tawangmangu, pandanganku tertuju pada sebuah papan arah panah besar bertuliskan "Pemakaman Delingan". Dan kesanalah aku menuju. Penasaran saja, karena aku memang belum pernah melihat area pemakaman yang terkenal menjadi tujuan terakhir para keluarga etnis china yang meninggal. Hua....hua...!
Letaknya diatas bukit, dan jalan menuju kesana sudah mantep halus ( lha iyalah....para keluarga yang membutuhkan area pemakaman ini kan rata-rata orang berduit...), melewati kebun tebu yang kebetulan lagi berbunga. So, pemandangannya teduh dan indah sekali. Sampai dipemakaman, aku lihat banyak keluarga-keluarga berziarah dengan membakar hio, khidmat sekali mereka berdoa baik di depan kotak-kotak abu jenazah maupun di makam-makam dengan ukuran 4x makam orang islam pada umumnya.
Hari ini aku belajar, betapa hidup ini harus dihargai. Lho, kok gak nyambung ?

Selingan keseharianku........




(ayik's post)
Hi Nut, sebagai wanita karier (Arrgh...!), apa jawabanmu kalau ditanya apa acara selingan favoritmu sebagai ibu bekerja di luar rumah?
Kalau aku, secara aku ini (cuma) ibu rumah tangga, maka acara selingan ku bukan lagi selingan favorit, sebab acara selingan itu adalah bagian dari tugasku sebagai ibu rumah tangga. Mudheng ra ? karepmu, Nut...Wekekek....
Maksudku gini lho, sering beberapa teman berkomentar " enak ya masih sempet bikin kue, facial dirumah , baca buku, nge blog....", itu yang berkomentar adalah teman-teman yang bekerja diluar rumah. Nah temanku yang sesama pengacara 'pengangguran banyak acara' beda lagi " mending arisan, ato jalan ke mall, ato rumpisari..." Walah...., aku juga kepikiran sih yang begituan, tapi just buat gaul doang, selebihnya seperti yang kau tahu, aku lebih menikmati hari-hariku dengan buku,blogwalking,browsing ( gaya amat...padahal harus dibela2in ke warnet buat itu), bikin camilan ndesa atau nguplek2 badan dan muka ku yang pas-pas an ini.
Seperti hari Sabtu kemaren, aku dan Karin facial dirumah. Aku ajarin gadis kencurku itu bagaimana cara merawat wajah, dari membersihkannya-facial-massage-sampai masker. Teorinya aku dapet dari majalah, lalu dipraktekkan bersama. Berdua saling memasker wajah. Indahnya kebersamaan ini benar-benar kami nikmati. Setelah itu aku buat cheese cake sak-sak'e, bersama Aizs. Berdasarkan request , kue bukan saja di topping keju parut tapi di tebari coklat mete batangan. Setelah jadi, lumayan.....Kalau berani bilang gak enak, konsekwensi tidak boleh ikut makan kuenya...Lho maksa.....!
Mungkin ini adalah satu cara mensyukuri hidup yang diberikan Tuhan untuk kita, dengan memanfaatkan waktu sebaik2nya dan sebanyak2nya buat keluarga. Sayangnya, aku belum punya cara memberdayakan diriku untuk lebih 'menghasilkan' sesuatu.....Tapi aku masih belum putus asa....

GG al Gandos Gurih





(ayik's post)
Minggu pagi dipasar, ada yang tak biasa kali ini. Karena aku melihat penjual makanan ini, namanya Gandos Gurih. Dibuatnya dari tepung beras-tepung terigu-parutan kelapa muda, air dan cuma dibumbui garam saja, cetakannya persis cetakan pukis. Walhasil citarasa yang dihasilkannya cuma gurih-gurih asin perpaduan antara kelapa muda parut dan garam saja. Buat yang diet DM, penganan ini cocok disantap.
Aku bilang tak biasa karena jarang-jarang ketemu penjual Gandos Gurih ini di Karanganyar, secara penganan ini adalah camilan favorit Bapak almarhum ketika aku masih tinggal di Kedunglumbu. So, prediksi ku, 10 tahun kedepan pastinya aku belum tentu ketemu si GG inih, makanya aku putuskan untuk posting GG di duo2kribo.
Dirumah, agaknya cuma aku yang doyan, anak-anak dan Bapaknya tak meliriknya apalagi menyentuh si GG. Mungkin secara rasa memang tidak menarik, tapi buat aku yang demen gurih-gurih, penganan ini masih termasuk kategori camilan favorit.Apalagi harganya yang muriiih...., sejinah (10 bj) cuma 1.500 rupiah.
Yang aku gak ngerti, menurut aku ini penganan aku kira solo asli, tapi kok tiap ketemu yang jualnya pasti berlogat sunda. Lalu, darimana asal GG sebenarnya ? Sundakah ? But, siapa peduli darimana asalnya, yang penting GG enyaakkk.....dan aku suka.

Senin, Mei 19, 2008

Cangkriman Katrok


(ernut's post)
Wah Senin..Aaargh! Agar Senin segeran dikit kuawali dengan cangkriman katrok untukmu berikut ini, Yik:

Ayik: Apa beda Megi Z dengan tukang sayur?
Ernut: Megi Z teriak "teganya-teganya", tukang sayur teriak "togenya-togenya"sengihnampakgigi

Ayik: Kenapa Gorilla lobang hidungnya besar?
Ernut: Menyesuaikan jarinya yang juga besar, biar cucok ukurane klo ngupil..tumbuk

Ayik: Siapa nama orang Bali yang hobi travelling?
Ernut: Made in Japan, Made in China, Made in America...duit

Ayik: Apa beda onta dengan kangkung?
Ernut: Onta di Arab, kangkung di Urap!jelir

Ayik: Apa bahasa India-nya bumbu dapur?
Ernut: Tumbar miri jahe..

Ayik: Nenek siapa yang jalannya loncat-loncat?
Ernut: Neneknya kuodoks!gelakguling

Ayik: Mengapa gunung berapi meletus?
Ernut: Klo meleleh mah gunung es atuh..

Ayik: Siapa nama orang Jepang yang lahir di puncak gunung yang sedang meletus?
Ernut: Kurasha Takadatakbole

Katur Yangti: Selamat Ulang Tahun!
love

(source: Lies' email)

Sabtu, Mei 17, 2008

Tangan Itu...


(ernut's post)
Ketika makan bersama..terasa lama menunggu giliran setelah ibu. Terasa lama waktu yang dipakai ibu untuk menyendok secenthong nasi itu. "Cepet donk...laper nih" hatiku berkata. Secara perut ini sudah kukuruyuk. Tak sabar , aku melongokkan pandangan ke arah tangan ibu..yang masih saja belum selesai mengambil nasi itu. Pada saat pandanganku terarah ke tangan ibu. Dheg! Ketidaksabaranku menguap secepat kilat. Hatiku bergetar. Jantungku dheg-dhegan. Pilu dan tersentak. Pandanganku kabur oleh rembesan air mata..sehingga aku perlu nylamur berlari ke kamar mandi untuk menyusutkan air mata ini. Tangan ibu..bergetar saat memegang dan mengambil sesuatu. Itulah sebabnya, tak bisa secepat dan secekatan dulu. Ibu..maafkan ketidaksabaranku.
Tangan itu..sungguh tak ternilai harganya bagiku.
Tangan yang menimangku disaat bayi. Menyuapi di masa balitaku. Memijit punggungku saatku mengeluh capai pulang dari sekolah. Mengusap keningku untuk meredakan demam tinggiku. Menyebokiku setiap waktu. Menuntunku. Memasakkan oseng dan nasi goreng favoritku. Melambai saatku pamit kemana saja. Menyuratiku saat kujauh. Menengadahkan tanganku, setiap waktu tanpa kendhat, untuk mendoakanku. Bahkan..semua masih dilakukannya..hal yang sama, sampai kini, untuk anak-anakku..cucu-cucunya. Betapa tangan yang tak ternilai harganya.
Ibu maafkan aku,
Bila kutaktahu cara membalas budi..
Maafkan aku bila justru sering bikin risau dan sakit hati..
Maafkan salah dan dosa ini..
Ibu..betapa kuingin membuatmu bahagia..
(Ya Allah..
Beri aku waktu..
Untuk merangkai sembah bektiku..
Dan menyampaikan pada ibu..
Betapa aku cinta dan ingin selalu bersama..)
Katur Ibu,
Selamat ulangtahun..
Nyuwun pangapunten dan selalu mohon doa restu..

Jumat, Mei 16, 2008

Yangti Turns to 68!


(ernut's post)


Alhamdulillah, hari ini, Jum'at, 09 Mei 2008, ibu, mama, yangti tercinta genap yuswonya 68 tahun. Alhamdulillah juga, beliau pas di Jakarta (domisili resmi masih di Solo, meski sebetulnya kita semua anak-anak menginginkan beliau di Jakarta saja, secara semua putro di Jakarta, tapi tak apa..sementara wira-wiri saja, yang penting Yangti sehat).



Katur ibu,

Sugeng tanggap warso..
Semoga selalu sehat, ceria, panjang usia..
Towilun umurona..khusnul khotimah, amin..
Doa seluruh anak dan cucu..
Selalu tertuju..
Doa Yangti untuk anak dan cucu..
Tak perlu kami tunggu..
Karena kami tahu..
Hari-hari Yangti hanya untai doa untuk anak cucu..



Ibu..
Maturnuwun untuk semua..
Nyuwun pangapunten untuk semua..
(Ya Allah,
Beri kami kesempatan..
Untuk berlama-lama dengan beliau
Karena kami selalu kangen beliau..
Karena kami selalu butuh beliau..



(Yik..aku nangis!)

Kamis, Mei 15, 2008

Kliping Part 2



(ayik's post)
Kalau kliping yang kali ini adalah kliping khusus buat anak-anak ku sebagai sarana mereka belajar mewarnai gambar.
Dulu, di tabloid Nova tahun 1991 s/d 1998 ada satu lembar edisi khusu buat anak-anak, disebutnya BONA (Bonus Anak), disitu ada satu gambar khusus untuk di warnai anak-anak. Aku rajin menggunting gambar-gambar itu dan aku kliping dalam satu buku gambar. Jadi tiap kali anak-anak butuh mewarnai, aku cukup meng copy gambar di kliping lalu anak-anak bebas mewarnai. Aku sudah membuat kliping ini sejak belum hamil Karin, jadi ketika Karin kecil mulai butuh sarana buat mewarnai maka sudah tersedialah medianya. Soalnya gambar untuk di warnai di buku-buku itu standart banget, cuma buah-bunga-mobil, pasaran banget gitu lhoh. Kalau di kliping ku ini kan tematik banget, kalau Nova nya terbit pas 17 an, gambarnya ya gambar anak2 lagi main perang-perangan. Atau anak-anak memukul bedug pada saat edisi Idul Fitri. Mana bisa kita dapat gambar yang begituan dari toko buku ?
Dan kliping ini awet, karena aku selalu mengcopy nya dulu, jadi copyannya yang diwarnai. Aku berharap, kliping ini masih bisa digunakan para cucu cicit ku kelak.....( he...he, Karin & Aizs, ingat itu ya Nak )
Yang bikin aku seneng ( dan bangga), ternyata klipingku ini juga berguna buat orang-orang dilingkunganku. Sejak tahun 1993 sampai sekarang , tiap 17an di RT ku selalu ada lomba mewarnai buat anak-anak TK dan SD, dan media yang diwarnai sumbernya adalah kliping ku ini. Jadilah, klipingku bermanfaat buat anak-anak warga RT ku. Alhamdulillah.....
Aku yakin, sesederhana apapun hobi itu, pasti lah ada nilai lebih nya. Yaitu, manfaat buat aku (pribadi & keluarga) dan orang-orang disekitarku.

Kliping Part 1




(ayik's post)
Dari aku kecil, seingatku, kalau disuruh ngisi biodata di buku kenangan teman aku selalu menulis : membaca diurutan nomer satu, sesudahnya ada makan-ngemil, nari-nyanyi, jalan-jalan.Sampai sekarang membaca masih tetap hobi paling penting buat aku.Dan Alhamdulillah, gen hobi ini menurun pada kedua bidadariku. Gen ? ya iyalahh, soalnya gen ini tidak ada pada si Bapak, beliau cuma membaca koran harian dan majalah selintas saja..., jadi dari siapa lagi gen membaca ini diturunkan kalau bukan dari si Emak inih ?
Dari membaca kemudian aku kembangkan menjadi membuat kliping. Kliping ? kalau dulu pengertian kliping buat aku adalah menggunting artikel kemudian menempelkannya pada selembar kertas. Itulah yang aku lakukan sejak 1985 (masih kuliah) sampai sekitar tahun 1999. Setelah lembar kertas itu aku tempel lalu aku kumpulkan sesuai topik, ada aneka resep makanan ( kudapan & lauk), model-model baju, interior &eksterior, konsultasi kesehatan dll....Lalu aku bikinkan cover, daftar isi,terakhir di jilid. Walhasil, sampai saat ini koleksi kliping (tempel) ku sudah lumayan buanyak....Seneng ajah membuka-buka lagi koleksi lama ini.
Sejak 1999, aku mulai males menggunting dan menempel, maka aku mulailah aksi sobek artikel, dari majalah aku sobek, lalu dijilid sesuai tema. Wah..., bundhel artikelku juga sudah banyak.
Buat orang lain mungkin ini dianggepnya kurang gawean, ya ? tapi buat aku, kliping & bundhel ku ini banyak membantu lho. Yang jelas, manfaatnya banyak, diantaranya :
1. Lebih mudah kalau kita mau cari resep masakan yang pengin kita praktekan
2. Referensi model busana dari jaman ke jaman bisa dirunut dari kliping dan bundhel ini
3. Anak-anak & teman-teman nya bisa memanfaatkan isi klipingku, untuk cari ide prakarya misalnya
4. Klipingku suka diminta (pinjam) oleh para keponakan dan anak teman buat di tumpuk ketika mereka mendapat tugas bikin kliping dari sekolah.....Whalaaahhh................