Sabtu, November 29, 2008

DagelaN BMN

(ernut's post)

Gambar yang mirip gunung ini saya bidik dari jendela pesawat, sekian ribu kaki di atas permukaan air laut, dalam perjalanan pulang dari Semarang ke Jakarta, kelar mengikuti kegiatan kantor tentang penataan pencatatan aset atau Barang Milik Negara (BMN). Saat mengambil gambar gunung itu saya senyum-senyum sendiri, karena saya jadi ingat suatu dagelan..

Mengurusi BMN itu gampang-gampang susah...dan -untuk sementara- banyak susahnya...apalagi kaluk menyangkut aset tanah-tanah lama, yang pengadaannya entah tahun kapan, dokumennya entah di mana, boro-boro tahu harganya...
Saking pusingnya, kaluk para pengelola BMN sedang ngumpul ada saja banyolannya yang mewakili betapa rumit urusan BMN ini.

Alkisah, di suatu daerah yang agak terpencil, terjadi transaksi jual beli tanah dengan kondisi bergunung, antara pemerintah sebagai pembeli dengan penduduk setempat sebagai penjual. Karena untuk keperluan tertentu, oleh pemerintah gunung yang ada dikepras alias diratakan. Setelah lahan menjadi dataran siap bangun...eh..tiba-tiba si empu tanah yang lama mengaku masih mempunyai lahan itu, dia berkata: "loh, saya khan jual gunungnya...nah si gunung sudah sampeyan ambil, kaluk sampeyan mau daratannya ya beli lagi sama saya..."

Weleh transaksi yang aneh..

9 komentar:

Anonim mengatakan...

Coba beli lahanya, gunung bisa gratis he he. Aza aza sazza. Great.

Linda Rooroh mengatakan...

masuk akal tuntutannya nut...
kurang lebih sama kayak beli apartemen di lantai 30, kalo apartemennya rubuh apa kita bisa mengklaim space di lantai 30 punya kita...
hehehe tambah bingung tooh

Arman mengatakan...

hahaha ya namanya usaha nyari duit.. boleh dong... :)

Ayik dan Ernut mengatakan...

@ersis WA: lain kali gitu aza ya..

@linda: kaluk udah rubuh yg diklaim awang-awangnya hehe..

@arman: tuull!!

Sekar Lawu mengatakan...

ora mudheng,Nut...

Ayik dan Ernut mengatakan...

(Ayik)

Sadarilah wahai ayik...bahwa kamu memang tombol alias DDR (daya DHONG rendah)...qiqiqi...

Ernut puasss...!

Anonim mengatakan...

bhuahaha...
komen sampeyan buat mbak ayik menggetarkan jiwa. hihihi... *oot*

Ayik dan Ernut mengatakan...

ernut@caroline: mbak, yg mbuat komen buat ayik itu ya dirinya sendiri...trus dia pikir aku puas dgn komennya atas dirinya itu...
mbulet ya mbak?

Anonim mengatakan...

masih mending gak disuruh bayar pohon yang tumbuh di atasnya, semut yang bersarang di tanah, burung yang terbang di atasnya.. dll lha kok ngalah-ngalahke gusti Allah yang punya segalanya di bumi ini.. Aneh tenan